LAMANDAU –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Seorang pencuri bersenjata tajam di Desa Purwareja, Kecamatan Sematu Jaya, berhasil kabur setelah kepergok hendak mencuri amplifier masjid dan mengancam warga.

pelaku berhasil kabur setelah merasa terdesak hingga salah satu terduga pelaku mengambil parang dari dalam mobil dan mengacungkannya ke arah warga sebelum kabur mengendarai mobil Daihatsu Ayla berwarna putih.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Lamandau AKBP Bronto Budiyono membenarkan kejadian tersebut. Berawal sekitar pukul 10.30 WIB ada mobil Daihatsu Ayla, bernopol KH 1854 PE yang dikendarai dua orang tak dikenal parkir di halaman Masjid Darusalam, Desa Purwareja.

Salah satu terduga pelaku, terang dia, kepergok warga mengambil amplifier dari Masjid Darusalam, Desa Purwareja yang disembunyikan di dalam jaket. Berusaha menghalangi para pelaku kabur, sejumlah warga berinisiatif menutup pagar masjid.

“Karena merasa terdesak, salah satu terduga pelaku mengambil parang dari dalam mobil dan diacungkan kepada warga agar tidak dikejar,” terang Kapolres, Jumat 12 Agustus 2024.

--page

Setelah yakin tidak ada warga yang mengejar, keduanya masuk mobil lalu menabrak pagar masjid hingga roboh dan kabur dari Lokasi kejadian, ke arah wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

“Sempat dilakukan pengejaran oleh Kapolsek Sematu Jaya, Iptu Paulina ke arah simpang Runtu, Kabupaten Kotawaringin Barat, namun sampai daerah Bukit Sintang kehilangan jejak,” bebernya.

Saat ini, imbuh Kapolres, terduga pelaku masih dalam pengejaran. Ia berharap jika ada warga angyg melihat ciri-ciri terduga pelaku dan kendaraan tersebut agar menginformasikan dan melaporkan ke kepolisian terdekat untuk dilakukan pengamanan dan pertanggung jawaban pelaku.

“Kami sudah koordinasi dengan jajaran Polsek sekitar dan Polres Kobar untuk melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Sematu Jaya, Purwanto menjelaskan, sebelum kabur, kedua terduga pelaku tersebut sudah diamati gerak geriknya oleh perangkat dan staf desa karena mencurigakan. Saat kepergok mengambil amplifier masjid, perangkat desa bersama warga berusaha mengamankan terduga pelaku. Karena membawa sajam, warga memilih untuk tidak melakukan pengejaran saat keduanya kabur.

--page

“Kebetulan halaman masjid tempat terduga pelaku memarkirkan mobilnya berada tidak jauh dari kantor Desa,” tandasnya. (HENDI NURFALAH/H)