BORNEONEWS, Kuala Kurun - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Palangka Raya menggelar kegiatan penyuluhan kepada pedagang yang ada di pasar lama dan pasar baru Kota Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas, Kamis, 1 Agustus 2024.
"Kegiatan kemarin merupakan kegiatan penyuluhan kepada sektar 100 pedagang pasar lama dan pasar baru di Kota Kuala Kurun sebagai bentuk pembinaan kami kepada komunitas pasar," kata Ketua Tim Kerja Informasi dan Komunikasi BBPOM Palangka Raya Wahyuri, Jumat, 2 Agustus 2024.
Kegiatan tersebut untuk mendukung program prioritas nasional Badan POM tahun 2024 yakni program pasar aman berbasis komunitas.
Kegiatan yang menggandeng Dinas Kesehatan dan Dinas Perindutrian dan Perdagangan Kabupaten Gunung Mas itu memberikan penyuluhan bagaimana pasar yang seharusnya, misalnya Dinas Kesehatan memberikan materi bagaimana sanitasi yang baik pada pasar dan terkait kebersihan pasar.
"Dari kami Badan POM mengedukasi terkait keamanan pangan, pedagang harus mengetahui dan mencermati bahaya formalin, boraks, pewarna tekstile dan bahan berbahaya lainnya," jelasnya.
Kemudian, pedagang juga diberikan edukasi bagaimana menyusun barang, memperhatikan label pada kemasan terkait tanggal kadaluarsa, izin edar dan hal penting lain pada kemasan
"Harapannya melalui kegiatan ini pedagang bisa mengidentifikasi lebih awal terkait apakah makanan yang dijual aman atau tidak utuk dikonsumsi," paparnya.
--page
Sebelum kegiatan penyuluhan, pihak Disperndag sudah mengambil sampel barang dagangan di pasar lama dan pasar baru, mengecek situasi pasar, kemudian sampel tersebut di cek oleh BBPOM di Palangka Raya, apakah ada bahan berbahaya pada makanan atau tidak.
"Setelah penyuluhan, para pedagang sudah mendapatkan ilmu baru, jadi kami kembali turun melakukan pembinaan kepada komunitas pasar lalu dilakukan cek ulang, apakah para pedagang mempraktekkan ilmu dari penyuluhan atau tidak," tukasnya. (RISKA YULYANA/R)









