SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Rapat kerja cabang (Rakercab)  Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalimantan Tengah (Kalteng) yang digelar di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membahas isu penjarahan sawit hingga Pilkada.

"Rapat kerja ini juga membahas berbagai isu maupun yang sedang dihadapi para pengusaha perkebunan kelapa sawit dan ini tahun politik ada hal yang perlu kita sikapi," kata Wakil Ketua GAPKI Kalteng Siswanto, Jumat, 2 Agustus 2024.

Suka tidak suka keberadaan pengusaha sawit dan karyawan perkebunan juga sebagai masyarakat Kalimantan Tengah. Sehingga juga bagian yang memiliki andil untuk ikut menyukseskan rencana Program tahunan pemerintah terutama masalah Pilkada.

Rakercab tersebut merupakan agenda tahunan untuk membahas program keberlanjutan. Momen ini juga sebagai ajang bersatu untuk pengusaha yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit.

Dalam kegiatan itu juga dibahas laporan program yang telah berjalan dan rencana program kerja ke depan.

Saat ini terdapat 202 perusahaan perkebunan sawit di Kalteng namun hanya 118 yang tergabung menjadi anggota GAPKI. Sehingga melalui kegiatan ini berharap 84 perusahaan yang belum menjadi anggota tergerak seperti semboyan yang diangkat pada Rakercab GAPKI 2024 'We are togethere'.

Sementara Kotim yang memiliki perkebunan sawit terluas di Kalteng. Terdapat 54 pengusaha sektor perkebunan sawit, namun hanya 18 pengusaha yang tergabung dalam GAPKI. 

--page

"Kita adakan Rakercab di Kotim dengan harapan pengusaha yang bergerak di bidang kelapa sawit yang belum tergabung secara bertahap masuk menjadi anggota. Ini sasaran utama kita selanjutnya nanti kita lakukan juga di kabupaten lain," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)