PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana sekaligus Plt Direktur Kemitraan pada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Kabul Wijayanto mengatakan bahwa BPDPKS memiliki misi dalam menjalankan kebijakan Pemerintah dalam program pengembangan sawit berkelanjutan.

"Misi ini dikerjakan melalui penghimpunan, pengembangan, dan penyaluran dana sawit yang terpadu dan tepat guna, secara profesional dan akuntabel," kata Kabul dalam rilisnya pada Jumat, 2 Agustus 2024.

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan kegiatan BPDPKS mempromosikan kebaikan-kebaikan sawit di wilayah timur Indonesia pada 1 sampai dengan 3 Agustus 2024 di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Penghimpunan, pengembangan dan penyaluran dana sawit ini dilaksanakan untuk kepentingan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Penelitian dan Pengembangan, Promosi, Peremajaan, Sarana dan Prasarana, Pemenuhan Kebutuhan Pangan, Hilirisasi Industri Perkebunan Kelapa Sawit, serta Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati," jelas Kabul Wijayanto lagi.

Kinerja BPDPKS, katanya, didasarkan pada kemampuan menghimpun, mengelola dan menyalurkan dana.

--page

"Dana yang disalurkan akan memberikan dampak bagi peningkatan kinerja sektor sawit Indonesia," jelasnya.

Dalam struktur organisasi BPDPKS juga terdapat direktorat yang memiliki tugas dalam menjalankan kegiatan kemitraan.

"Salah salah satunya adalah menjalankan fungsi kemitraan dengan atau UKMK Usaha Kecil Menengah dan Koperasi," terangnya lagi.

Kabul Wijayanto menyampaikan bahwa kegiatan di Makassar ini merupakan salah satu upaya untuk promosi kebaikan sawit dan menjamin keberlangsungan industri kelapa sawit di tengah tantangan yang muncul dan menjaga keberlanjutan industri sawit melalui pengembangan potensi UKMK Sawit.

"Ini merupakan salah satu Upaya BPDPKS untuk berperan dalam memperkuat UKMK dalam menggunakan produk berbahan sawit sebagai bagian dari kemitraan UKMK dalam Upaya mempromosikan kebaikan-kebaikan sawit," tuturnya lagi. (TESTI PRISCILLA/j)