BORNEONEWS, Sukamara - Hujan lebat disertai sambaran petir yang melanda Kota Sukamara dua hari belakangan ini membuat sejumlah barang elektronik, khususnya televisi, milik warga mengalami kerusakan.
Muslih, pemilik servis televisi yang berada di komplek Pasar Lama mengungkapkan, setelah kejadian tersebut jumlah televisi yang diantar masyarakat untuk diperbaiki jauh meningkat dibanding hari-hari biasanya.
“Jumlahnya sekarang memang jauh meningkat, biasanya dalam sehari kita hanya menerima dua atau tiga televisi saja, sekarang bisa mencapai 15 televisi bahkan lebih,” kata Muslih, Rabu (15/06/2016).
Lanjutnya, kerusakan televisi yang tersambar petir mayoritas mengalami kerusakan pada bagian regulator dan tunner. Karena pemilik yang televisinya diservis adalah pelanggan TV kabel berbayar, sehingga saat petir menyambar memang biasa merembet ke saluran TV kabel yang nyambung ke TV lainnya.
“Banyak juga televisinya warga yang mesinnya harus diganti, jika sudah ganti mesin kerusakan termasuk rusak parah,” ujarnya.
Untuk mengganti mesin, pemilik televisi harus meronggoh kocek lebih dalam, mengingat harga alatnya cukup mahal. Apalagi tambahnya untuk perbaikan televisi jenis LCD ini akan memakan waktu lama dan untuk biayanya-pun lebih mahal dibanding televisi tabung karena untuk perbaikan jenis televisi tersebut lebih sulit.
“Untuk yang rusak parah biasanya pemilik televisi bisa membayar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu, tergantung kerusakan,” ucap Muslih.
Menurutnya, kejadian seperti ini tidak menutup kemungkinan bakal menimpa banyak orang, mengingat kemunculan petir kerap tiba-tiba, sehingga banyak warga yang terlambat memantikan televisi atau melepasnya dari arus listrik.
Sementara itu, Lina salah satu korban mengungkapkan, akibat hujan yang terjadi pada Senin (13/06) malam, televisinya mengalami gangguan tidak bisa dihidupkan.
“Disambar petir, televisinya tidak bisa dihidupkan,” jelas Lina (MG-13)








