BORNEONEWS, Sampit - Kementerian Perhubungan RI mengkritisi pembangunan marka jalan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, yang dilakukan kurang teliti hingga mengakibatkan banyak aset Dinas Perhubungan yang hilang.
“Banyak aset marka di Dinashub (Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika) karena kurang perencanaan banyak hilang, seperti rambu dan zebra cros,” kata Kapela Sub Bagian (Kasubag) Program Dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan RI, Suhendro Wargiono saat berkunjung ke Sampit.
Dari pantauan dan penilaian tim Kementerian Perhubungan banyak ditemukan rambu penyeberangan, namun tidak ada tembusannya karena terhalang trotoar. Yang seharusnya pembuatan rambu penyeberangan dibarengi pembuatan sekat penyeberangan pada trotoar.
Penataan pembatas jalan seperti yang terlihat di Jalan Cilik Riwut, Jalan Ahmad Yani, pembatas jalan tidak sejajar trotoar. Begitu juga di Jalan S Parman dan HM Arsyad tidak jelas marka jalannya. Bahkan tidak ada marka jalan.
Pemeliharaan rambu lalulintas juga tidak luput dari kritikan tim Kementerian Perhubungan. Kondisi lampu merah di Sampit, katanya, tidak terawat.
“Saya perhatikan lampu traffic light kalau di atasnya atau ditengah nyala, di samping tidak nyala. Begitu juga sebaliknya. Banyak yang kami temukan seperti ini. Ini harus diperhatikan agar penanganan lalulintas jalan darat ini baik,” ucap , Suhendro Wargiono.
Selanjutnya yang dikritisi adalah rambu lalulintas rambu Pendahulu Penunjuk Jurusan (RPPJ) yang nyaris tidak ada di Sampit. Padahal RPPJ sangat penting untuk memberikan petunjuk kepada para pengendara terutama jika ada pendatang atau wisatawan yang berkunjung ke Kotawaringin Timur.
“Kondisi rambu lalulintas RPPJ di Kotim hampir tidak ada. Lampu RPPJ ini memudahkan kita untuk memberikan arahan kepada pendatang atau orang baru terkait arah petunjuk jalan. Bukan hanya rambu RPPJ tapi juga rambu lain saya lihat jarang sekali di sini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dishubkominfo Kotim Fadlian Noor mengatakan, pihaknya akan berupaya melakukan upaya pembenahan pelayanan lalulintas di daerah itu terutama jalur transportasi darat. (RAFIUDIN/m)








