TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Ratusan warga Desa Magantis di Kabupaten Barito Timur melakukan tradisi keagamaan Islam yang disebut Tolak Bala, Minggu, 4 Agustus 2024.

Tradisi yang dimulai tepat pukul 13.00 WIB ini dilakukan dengan berjalan dari perbatasan Desa Magantis dengan Kelurahan Tamiang Layang menuju perbatasan Desa Magantis dengan Desa Harara sambil menaikkan doa dan shalawat.

Terik matahari tengah hari tidak menyurutkan semangat warga Desa Magantis untuk menjalankan tradisi keagamaan ini demi keselamatan desanya. Mereka terus berjalan menuju ujung kampung dengan dipimpin beberapa ulama hingga prosesi Tolak Bala itu berakhir.

Relawan gabungan dari Sulung Rescue, RMK dan Matabu Jaya juga turut membantu mengatur lalu lintas agar acara ini dapat berjalan dengan lancar.

Ketua Panitia Tolak Bala, Ahmad Husain menjelaskan, Tolak Bala merupakan tradisi keagamaan umat Islam di Desa Magantis yang sudah dilakukan turun-temurun setiap tahun.

--page

"Kegiatan ini sudah biasa dilaksanakan oleh tokoh-tokoh agama atau ulama dan masyarakat Desa Magantis setiap kali menghadapi bulan Safar," ujarnya. Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender tahun hijriah.

Ahmad Husain menerangkan, dalam acara Tolak Bala, warga Desa Magantis berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala supaya setiap tahun Desa Magantis selalu aman dan terhindar dari bencana, konflik dan wabah penyakit. 

"Kami melakukan tradisi Tolak Bala ini dengan berjalan kaki dari ujung kampung sampai ke ujung kampung sebelahnya, menaikkan shalawat dan berdoa untuk keselamatan Desa Magantis," terangnya.

Saat kembali ke masjid, mereka juga akan berdoa bagi desa tercinta mereka agar terhindar dari hal-hal buruk.

"Mudah-mudahan Desa magantis menjadi desa yang aman, tentram, masyarakat terhindar dari segala bencana, konflik antar warga maupun antar kampung maupun wabah penyakit  itulah menjadi dasar doa kami," ulangnya.

--page

Kepala Desa Magantis, Tajeri, juga menyampaikan harapan yang sama dengan pelaksanaan tradisi Tolak Bala tersebut.

"Kami berdoa agar desa ini terhindar dari semuanya itu karena di daerah lain banyak terjadi bencana alam, konflik dan hal-hal buruk lainnya. Dengan acara Tolak Bala ini, mudah-mudahan Desa Magantis menjadi desa yang maju, masyarakatnya sejahtera, selalu rukun antar warga, rukun dengan desa tetangga dan terbangun toleransi antar umat beragama," ucapnya. (BOLE MALO/j)