BORNEONEWS, Sampit - Guna mengantisipasi adanya penumpukan penumpang di pelabuhan, pihak PT Pelni menegaskan bahwa bagi calon penumpang yang tidak memiliki tiket, tidak usah datang ke Pelabuhan Sampit.
Kepala PT Pelni Sampit Lamson Ompusungu mengatakan, pada mudik tahun ini pemberlakuan sistem pembelian tiket secara online. Sehingga bagi masyarakat yang hendak mudik maupun berangkat menggunakan jalur laut, harus memesan tiket lebih dulu. Dan tidak akan ada lagi yang dapat membeli tiket atau tersedianya tiket di pelabuhan.
“Tidak ada jual tiket di pelabuhan, karena saat ini sistemnya beda. Sehingga hanya calon penumpang yang punya tiket saja yang boleh masuk ke pelabuhan,” ujar Lamson, Rabu (15/6/2016).
Pada arus mudik Ramadhan 2016 kali ini, sistem yang dijalankan oleh pihak pelayaran sangatlah berbeda. Dahulun tidak ada pembatasan penumpang untuk kapal laut, namun saat ini ada. Seperti kapal Pelni, dimana hanya berkisar antara 1.500 orang hingga 1.800 orang saja. Sedangkan untuk Darmalautan hanyalah 500 orang hingga 800 orang saja.
“Memang pada Ramadan 2015 lalu, masih ada kami toleransi untuk muatannya. Namun pada 2016 ini tidak akan ada hal tersebut,” ungkap Lamson.
Dengan adanya sistem baru ini, membuat sejumlah penumpang melakukan pemesanan tiket jauh-jauh hari. Bahkan yang terlihat di PT Pelni sendiri, untuk keberangkatan dari H-7 lebaran. Semua tiket habis, di pesan oleh penumpang. Sedangkan pada hari-hari lainnya, rata-rata terpesan separo. Hal itupun membuat pihak pelayaran mengajukan kepada pusat untuk penambahan kapal.
“Masih kami koordinasikan aka nada penambahan kapal nantinya, hal ini dilakukan agar masyarakat Kotim yang hendak mudik tetap kebagian tiket dan pulang sesuai dengan harapan mereka,” kata Lamson. (M HAMIM/m)








