SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Bagi Warga Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah sudah banyak yang familiar dengan warung Bang Adul yang berlokasi di kawasan Pasar Inpres, Jalan Letjen Sutoyo. 

Warung yang berdiri dari tahun 1984 ini salah satu warung yang menjual aneka makanan ringan hingga makanan berat. Mulai dari Ronde, Bubur Kacang Hijau, Nasi Kuning, dan Nasi Putih juga tersedia di warung itu. 

Berawal dari kaki 5 sering kena razia 

Sebelum dikenal luas oleh masyarakat Sampit warung yang identik dengan Ronde dan telur ayam kampung setengah matang itu, awalnya memiliki lika liku perjuangan yang tidak mudah dalam menjalankan usahanya. 

Hj. Faridah, pemilik Warung Bang Adul atau istri dari Haji Adul, menceritakan perjalanan dirinya membuka usaha makanan khas Banjar itu mulai dengan menggunakan gerobak kecil hingga akhirnya memiliki warung sendiri. 

"Dulu masih berjualan pakai rombong kecil sering terkena razia. Waktu itu di kawasan ini sering dirazia. Hingga akhirnya kita tekuni hingga sekarang dan alhamdulillah bisa bertahan," cerita Hj. Faridah, Senin, 5 Agustus 2024. 

Hj. Faridah, pemilik warung Bang Adul
Hj. Faridah, pemilik warung Bang Adul

--page

Warung Bang Adul saat awal-awal berjualan hanya menjual bubur kacang hijau, ronda dan telur setengah matang.

Sampai pada akhirnya mereka bisa menjual beragam makanan seperti nasi kuning dengan bumbu khas mereka yang menjadi favorit masyarakat yang berkunjung ke warung Bang Adul. 

Gunakan bumbu khas

Dalam mengolah masakan, Faridah mengaku mengunakan resep pribadi. Itu pula rupanya yang membuat pelanggan warung tersebut tetap setia menjadi pelanggannya.

"Saya punya bumbu khas tersendiri, dan alhamdulillah masyarakat banyak yang suka, bahkan pejabat pejabat sering makan di tempat kami," ujar Faridah. 

Dari kalangan biasa, pejabat, hingga pengusaha

Sejumlah menu yang disajikan menurut pengunjung di sana pun mengaku punya rasa berbeda ketika menyantapnya. Seperti telur ayam kampung setenah matang, di mana telur itu saat memasaknya hanya ditaruh ke dalam kaleng bekas kemasan susu lalu direndam dalam air mendidih.

--page

"Masaknya pas banget tidak begitu masak juga tidak mentah-mentah amat. Ditambah taburan garam dan merica, jadi nikmat sekali. Dan sudah tentu akan menambah stamina," kata Wawan, seorang pelanggan, Senin, 5 Agustus 2024.

Dian, seorang pelanggan Warung Bang Adul mengungkapkan, warung itu memang salah satu warung legend yang ada di Sampit. 

Ia juga menceritakan, masakan-masakan yang asa di warung itu berbeda dengan yang lainnya. Bahkan harganya murah meriah sehingga sangat cocok untuk masyarakat dari semua kalangan. 

"Yang menjadi favorit saya di sini adalah telur setengah matangnya. Dan sudah menjadi makanan saya ketika berkunjung ke sini. Karyawannya juga ramah-ramah jadi memang layak warung ini selalu ramai," turur perempuan yang berkerja di salah Dinas di Sampit ini, Senin, 5 Agustus 2024. 

Warung Bang Adul
Warung Bang Adul

Warung Bang Adul merupakan salah satu warung yang wajib dikunjungi oleh masyarkat Sampit. Warga dari luar daerah pun sering berdatangan untuk menikmati ronde khas dengan jahe merahnya itu dan nasi kuning dengan bumbu khasnya tersebut.

Warung tersebut senantiasa ramai sejak dibuka pada pagi hari hingga malam hari. Pelanggannya pun tidak pandang strata sosial. Mulai dari warga biasa, kalangan pejabat, maupun para pengusaha. (BUDDI RAHMAT H/j)