BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, sepanjang Januari hingga Agustus 2024, tercatat 47 kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terjadi di wilayah Kota Palangka Raya.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, menyampaikan bahwa dari 47 kejadian tersebut, total lahan yang terbakar mencapai 19,69 hektar.
"Sebagian besar kejadian Karhutla terkonsentrasi di Kecamatan Jekan Raya dengan 33 kejadian. Kemudian disusul Kecamatan Pahandut dengan 5 kejadian, Sebangau dengan 6 kejadian, Bukit Batu dengan 3 kejadian, dan Rakumpit nihil kejadian," ungkap Budi, Senin, 5 Agustus 2024.
Menurutnya, cuaca yang kering dan panas membuat lahan mudah terbakar, sementara masih banyak masyarakat yang tidak sadar akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Menyikapi kondisi ini, BPBD Kota Palangka Raya telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan menanggulangi Karhutla, seperti sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, patroli dan pengawasan di daerah rawan Karhutla, serta penyiapan peralatan dan sumber daya untuk penanganan Karhutla.
Budi mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam mencegah terjadinya Karhutla.
--page
"Masyarakat harus sadar bahwa Karhutla tidak hanya merugikan lingkungan, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan jiwa," tegasnya (PATHUR/Y)









