BORNEONEWS. Palangka Raya - Mendekati akhir semester I tahun anggaran 2016, Biro Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (LPBJ) Kalimantan Tengah sudah menyelesaikan 60 persen proses lelang pengadaan barang dan jasa, terutama pengadaan beranggaran besar. Ini tentu menggembirakan, mengingat Gubernur Kalteng juga berkomitmen  mengelola dan menjaga aset daerah.

"Saat ini kita sudah menyelesaikan lelang pengadaan barang dan jasa di atas 60 persen dari total paket yang tersedia pada tahun anggaran 2016. Dari sekitar 600 paket, kita sudah selesaikan lebih dari 350 paket," ungkap Kepala Biro LPBJ Kalteng Benius, Rabu (15/6/2016).

Ditanya terkait penghematan anggaran dari seluruh paket yang sudah dilelang, Benius menyatakan tidak ingat angka pastinya, namun angkanya berada di kisaran Rp20 miliar. Hal itu terjadi karena sebagian paket yang dilelang merupakan paket prioritas beranggaran besar.

Sedangkan masalah target penyelesaian semua paket lelang, Benius menyatakan tetap seperti target awal, yaitu pada bulan November 2016. Hal ini dilakukan agar proses pengadaan di tahun 2017 dapat dilakukan lebih awal.

"Kita belum tahu pasti berapa jumlah paket yang tersisa. Tapi, pasti ada perubahan atau pergeseran anggaran pada saat pembahasan APBD-P tahun 2016 yang saat ini sedang berlangsung," terangnya.

Menurutnya, pergeseran kegiatan atau pembiayaan ini ditentukan berdasarkan skala prioritas dan penyesuaian terhadap berbagai perubahan yang terjadi. Akibatnya, jumlah paket yang tersedia bisa berkurang atau bertambah.

"Berapapun jumlah paket yang tersisa pasca APBD-P, kami optimis dan akan berusaha keras untuk menyelesaikannya sesuai target waktu yang tersedia. Bahkan kami ingin semuanya bisa selesai sebelum waktunya agar manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat," ucap Benius.

Sebelumnya Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran mengatakan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar anggaran-angaran yang ada di PAD 2017bisa langsung mengarah kepada masyarakat.

"Selain belanja, pengelolaan aset juga menjadi perhatian kita. Aset ini baik yang bergerak dan tidak bergerak akan kita data semua, bahkan kalau ada pergeseran pejabat di Dinas, maka untuk aset bergeraknya akan diserahkan hari itu juga. Nanti kita ubah pola birokrasinya," ujar Sugianto usai Rapat Paripurna, Senin (13/6/2016). (TESTI PRISCILLA/m)