PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya -  Menjelang puncak musim kemarau, Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Achmad Rasyid,  mengingatkan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak buruk yang muncul.

Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, dan dampaknya terhadap sektor pertanian.

"Musim kemarau selalu diiringi dengan potensi kebakaran hutan dan lahan. Meskipun saat ini masih dalam skala kecil, kita perlu mewaspadai potensi meluasnya kebakaran akibat kekeringan," ujarnya, Senin, 5 Agustus 2024.

Legislator asal partai Gerindra ini  menekankan pentingnya kesiapan sarana prasarana dan sumber daya manusia untuk penanggulangan kebakaran, hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Achmad Rasyid juga menyoroti potensi kekeringan yang dapat mengancam produktivitas pertanian. Ia mendesak pemerintah untuk memperhatikan infrastruktur tampungan air, irigasi, dan sistem penunjang lainnya untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian.

--page

"Jangan sampai terjadi gagal panen akibat kekeringan, yang berdampak pada ketahanan pangan Kalteng," tegasnya.

Pentingnya perhatian pemerintah terhadap distribusi air bersih selama musim kemarau. Air bersih merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat, terutama di daerah yang rawan kekeringan.  Pemerintah harus memastikan ketersediaan air bersih untuk menunjang kehidupan masyarakat dan produktivitas pertanian.

Achmad Rasyid berharap pemerintah dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk menghadapi dampak buruk musim kemarau.

"Kesiapsiagaan dan langkah proaktif sangat penting untuk meminimalisir kerugian dan dampak negatif yang ditimbulkan oleh musim kemarau," pungkasnya. (PATHUR/Y)