BORNEONEWS, Palangka Raya - Beberapa catatan peristiwa memberi pengaruh pada pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah pada triwulan II tahun 2024. Salah satunya dari sektor Pertanian. Produksi padi di Kalimantan Tengah Triwulan II tahun 2024 meningkat sebesar 56,81 persen dibanding Triwulan I-2024 q-to-q dan juga meningkat sebesar 0,79 persen dibanding Triwulan II-2023 y-on-y.
"Selain itu juga ada produksi kelapa sawit di Kalimantan Tengah Triwulan II-2024 meningkat sebesar 0,82 persen dibanding Triwulan I-2024 q-to-q dan juga naik sebesar 4,36 persen dibanding Triwulan II-2023 y-on-y," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti, Selasa, 6 Agustus 2024.
Kemudian pada sektor industri pengolahan, produksi CPO dan turunannya di Kalteng Triwulan II-2024 turun sebesar 1,05 persen dibanding Triwulan I-2024 q-to-q, sebaliknya naik sebesar 1,78 persen dibanding Triwulan II-2023 y-on-y.
"Kemudian di sektor Pertambangan, Volume Ekspor Batubara di Kalteng pada Triwulan II-2024 turun sebesar 9,94 persen dibanding Triwulan I-2024 q-to-q dan masih naik sebesar 2,58 persen dibanding Triwulan II-2023 y-on-y," jelas Agnes lagi.
Sektor Pengadaan Air, lanjut Agnes, ada peristiwa produksi air PDAM di Kalteng pada Triwulan II-2024 naik sebesar 4,47 persen dibanding triwulan I-2024 q-to-q, dan meningkat sebesar 7,94 persen dibanding Triwulan II-2023 y-on-y.
--page
Sementara Realisasi Belanja Pegawai di Kalteng pada Triwulan II-2024 naik sebesar 106,03 persen dibanding Triwulan I-2024 q-to-q dan meningkat sebesar 4,98 persen dibanding Triwulan II-2023 y-on-y.
"Lalu juga ada pencairan Gaji ke-13 ASN menjadi salah satu penyebab kenaikan belanja pegawai," tutur Agnes lagi.
Dari sektor Transportasi dan Akomodasi, lanjut Agnes, jumlah penumpang dan barang angkutan laut pada Triwulan II-2024 naik sebesar 18,30 persen dibanding triwulan I-2024 q-to-q, dan meningkat sebesar 26,08 persen dibanding Triwulan II-2023 y-on-y.
"Jumlah Penumpang dan Barang Angkutan Udara pada Triwulan II-2024 naik sebesar 31,78 persen dibanding
triwulan I-2024 q-to-q, dan meningkat sebesar 10,10 persen dibanding Triwulan II-2023 y-on-y," jelasnya lagi.
Kemudian Rata-Rata Tingkat Penghunian Kamar atau TPK Hotel berbintang pada Triwulan II-2024 naik sebesar 20,49 persen dibanding Triwulan I-2024 q-to-q dan naik sebesar 4,33 persen dibanding Triwulan II-2023 y-on-y.
Perdagangan Luar Negeri, kata Agnes lagi, nilai ekspor luar negeri Kalteng Triwulan II 2024 tercatat turun sebesar 11,51 persen dibandingkan Triwulan I-2024 q-to-q dan turun sebesar 27,20 persen dibandingkan Triwulan II-2023 yon-y, yang dipicu oleh penurunan nilai ekspor komoditas batubara.
"Nilai Impor Luar Negeri Kalteng Triwulan II-2024 tercatat turun sebesar 71,37 persen dibandingkan Triwulan I-2024 q-to-q dan turun sebesar 68,04 persen dibandingkan Triwulan II-2023 y-on-y, yang dipicu oleh penurunan nilai impor mesin. Namun volume impor antar wilayah meningkat, dipicu peningkatan impor pupuk," jelasnya lagi.
Sektor harga-harga, tuturnya, inflasi gabungan 4 kota IHK di Kalteng yakni Sampit, Kapuas, Sukamara dan Palangka Raya pada periode April sampai Juni 2024 tercatat mengalami inflasi sebesar 1,06 persen q-to-q dan 2,64 persen
y-on-y.
"Rata-rata Nilai Tukar Petani atau NTP Kalteng pada Triwulan II-2024 tercatat sebesar 124,75 meningkat sebesar 1,74 persen dibanding NTP Triwulan I-2024," bebernya.
Konsumsi Akhir Rumah Tangga dan LNPRT, kata Agnes lagi, PKRT secara umum meningkat secara q-to-q maupun y-on-y, seiring momen Idul Fitri, Idul Adha, Kenaikan Isa Almasih, Hari Raya Waisak, cuti bersama, libur sekolah dan ajaran baru.
"PKLNPRT secara umum meningkat secara q-to-q maupun y-on-y, khususnya pada Lembaga keagamaan, seiring momen peringatan hari besar keagamaan. Selain itu, aktivitas Parpol kembali meningkat jelang Pilkada Serentak. Aktivitas Ormas juga meningkat seiring rangkaian HUT Kalteng," tuturnya lagi.
Lalu realisasi belanja pemerintah, kata Agnes lagi, total realisasi belanja APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota serta APBN tercatat meningkat 89,87 persen secara q-to-q, dan tumbuh 10,53 persen secara y-on-y.
"Sektor realisasi investasi, pada realisasi PMA dan PMDN tercatat tumbuh 18,18 persen dibandingkan Triwulan I 2024. Realisasi pengadaan semen tumbuh 2,76 persen dibandingkan Triwulan I 2024. Realisasi nilai pendapatan bea balik nama kendaraan bermotor tercatat tumbuh sebesar 7,56 persen secara q-to-q, dan tumbuh 8,03 persen secara y-on-y," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/j)









