BORNEONEWS, Sampit - Saluran listrik udara atau sering disebut SUTET terkepung kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)
"Situasi perkembangan kebakaran di Desa Sungai Paring kejadian ini sebenarnya sejak kemarin (Minggu) karena kemarin sudah terdapat titik hotspot di Kecamatan Cempaga," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam, Senin malam, 5 Agustus 2024.
Tim patroli terpadu Manggala Agni melakukan ground cek ke lapangan dan menemukan kebakaran di lokasi tersebut pada Senin siang. Estimasi awal kejadian kebakaran tersebut menimpa 2 hektare lahan.
BPBD Kotim langsung menuju lokasi sekitar pukul 12.25 WIB dan melakukan operasi pemadaman. Sejumlah kendala terjadi dalam upaya menjinakkan si jago merah yang melalap lahan gambut itu.
"Memang di lokasi Air tidak tersedia cukup dan lokasi tidak bisa dicapai untuk kendaraan roda 6 jadi operasi dilakukan sampai dengan magrib tadi sekitar pukul 17.00 kami terima personil keluar dari lokasi untuk beristirahat," ujarnya.
--page
Menjelang malam, BPBD Kotim mengetahui ada tiang SUTET terkepung api. Sehingga personil dari Sampit pun digerakkan untuk mengamankan objek vital.
"Kebetulan juga kehabisan bahan bakar dan memerlukan penerangan tambahan karena lokasi SUTET yang terindikasi terbakar itu gelap sekali," imbuhnya.
Dirinya mengaku tidak menyangka karhutla di Sungai Paring tersebut cukup besar selain potensi vegetasi yang semak belukar dan kondisi pada saat siang nampak sangat kering dan angin cukup kencang angin cukup kencang, sehingga kebakaran meluas.
Pihaknya bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk melakukan pemadaman dengan menggunakan pompa-pompa portable dengan jarak antara 200 sampai 300 meter dari sumber air.
Tim berupaya menyelamatkan objek vital SUTET karena kebakaran berpotensi menyebabkan mal fungsi struktur transmisi untuk distribusi tenaga listrik itu.
--page
"Pukul 23.27 WIB, tim lengkap kembali di jalan poros Tjilik Riwut. Objek vital dapat kita amankan," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/J)









