SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Salah seorang warga Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bernama Agus Mulyadi menerima penghargaan Satyalencana Kebaktian Sosial yang digelar oleh Palang Merah Indonesia (PMI) bekerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos RI).

Wapres Ma'ruf didampingi Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menyematkan lencana penghargaan secara simbolis kepada 26 donor di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Senin, 5 Agustus 2024. 

Tanda jasa tersebut diberikan kepada pendonor darah sukarela 100 kali selama 2019-2022 yang tertuang dalam Keppres Nomor 128 Tahun 2019 dan Nomor 35 Tahun 2021 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalencana Kebaktian Sosial. 

Agus Mulyadi menerima penghargaan Satya lencana Kebaktian Sosial setelah mendonorkan darah secara suka rela selama 129 kali. Pria berusia 56 tahun itu mengisahkan pertama kali perjalanannya mendonorkan darah sejak masih menempuh pendidikan di SPK Sampit. 

"Saat itu salah satu guru sekolah saya menjadi Ketua PMI mengatakan bahwa donor itu baik dan membuat badan sehat," kata Agus, Selasa, 6 Agustus 2024.

--page

Ia sedang menjalani praktek di RSUD dr Murjani Sampit saat itu dan ada seorang pasien harus segera operasi. Namun persedian darah untuk pasien itu sedang kosong.

Pembimbing prakteknya meminta Agus untuk mendonorkan darahnya yang kebetulan memiliki golongan darah O sama seperti pasien.

Momen pertama kali mendonor tersebut sangat membekas pada kenangan sosok yang bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara itu. Ia sempat ketakutan jarum yang sangat besar.

"Namun melihat kondisi pasien dan permintaan keluarga sehingga saya mencoba bantu untuk donor. Setelah donor itu badan terasa ringan serasa sedikit melayang dan setelah 3 minggu merasakan konsentrasi, kemampuan mengingat dan memahami pelajaran meningkat," ujarnya. 

Pengalaman pertama tersebut membuatnya selalu siap jika diminta rutin mendonor 2,5-3 bulan sekali. Ia bahkan saat ini juga berkecimpung sebagai relawan dan pengurus PMI Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk mengedukasi masyarakat bahwa donor darah itu tidak menimbulkan efek samping.

--page

"Bahkan imunitas kuat tidak pernah sakit, kondisi tubuh selalu terkontrol disamping dapat membantu sesama," tandasnya. 

Adapun penghargaan Satyalencana Kebaktian Sosial tersebut diberikan kepada 1.591 pendonor darah se-Indonesia. Sementara Provinsi Kalimantan Tengah terdapat 4 orang penerima penghargaan yaitu Kuslan, I Ketut Widhie Wirawan, Wiyadi, dan  satu warga Kotim Agus Mulyadi.  (DEWI PATMALASARI/j)