BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kabupaten Kotawaringin Barat yakin jika penganugrahan Wahana Tata Nugraha akan kembali diraih Kabupaten berjuluk Marunting Batu Aji ini.
Optimisme tersebut terlihat saat pemaparan Hasil Catatan Lapangan oleh tim penilai lapangan pada tahap ke dua dan ke tiga Wahana Tata Nugraha (WTN) tingkat nasional 2016, di aula Pemda Kobar, Rabu (15/6/2016)
"Kami optimis akan meraih WTN lagi tahun ini, karena beberapa hasil lapangan yang dilakukan oleh TIM, Kabupaten Kobar disiplin lalulintas dan sarana prasarananya sudah baik dibanding tiga Kabupaten lainnya," kata Kadishubkominfo Kobar, Petrus Rinda usai pemaparan tersebut di aula Pemda Kobar.
Adapun Kabupaten yang ikut dinilai dan berpeluang mendapatkan anugerah WTN adalah Kotawaringin Timur, Barito Selatan dan Barito Timur.
"Kobar tahun 2013 dapat plakat WTN, 2015 dapat piala, tahun ini juga pasti bisa dapat lagi," katanya.
WTN merupakan penghargaan yang diberikan Pemerintah Republik Indonesia kepada kota-kota yang mampu menata transportasi publik dengan baik. Penghargaan ini diberikan setiap tahun, biasanya pada bulan April.
Ketua Tim Penilai lapangan Kalimantan Tengah WTN Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Suhendro Wagiono menjelaskan, beberapa sarana dan prasarana di Kabupaten Kobar sudah cukup baik. Namun asa beberapa fasilitas yang harus diperbaiki seperti marka jalan, trotoar, traffic light, parkir dan sebagainya.
"Secara keseluruhan, sarpras transportasi di Kobar sudah cukup baik," katanya.
Secara umum, beberapa sarana dan fasilitas transportasi yang harus ditingkatkan dan diperbaiki diantaranya, di jalan Pangeran Antasari ada tumpukan pasir yang disimpan di pinggir jalan. Itu menyoal saat penilaian. Kemudian badan jalan dipakai pemasangan sumbangan, trotoar jalan terdapat beberapa yang tidak landai.
"Ini menyulitkan bagi pejalan kaki yang memakai kursi roda, karena trotoarnya tidak landai," katanya.
Selain itu, beberapa ruas jalan di Jalan Pangeran Antasari trotoarnya dipakai untuk pelebaran toko. Ada juga di jalan tersebut mobil yang parkir di zebra cross, lalu cat zebra cross pudar karena sudah melebihi batas umur marka.
"Ke depan yang harus diperbaiki lagi seperti jalan diponegoro, zebra cros-nya terhalang oleh taman dan harusnya ada empat rambu peringatan," jelasnya.
Ia mengaku hasil penilaian lapangan selama satu hari itu akan dibawa ke pusat dan digodok disana, nanti pusat akan menentukan hasilnya, Kabupaten mana yang berhak meraih penghargaan WTN tahun 2016. (CECEP HERDI/m)








