BORNEONEWS, Sampit - Jembatan Sei Mentawa atau dikenal Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono Sampit kembali rusak setelah diperbaiki 2 bulan lalu. Kerusakan kali ini hingga membuat beberapa kayu ulin patah menyebabkan lubang di ujung selatan jembatan.
Bahkan masyarakat sempat kesulitan melintasinya. Banyak baut terlepas dan kendor menyebabkan lantai kayu ulin terjungkit saat roda kendaraan menginjaknya.
Kondisi itu membuat Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) melakukan pemeliharaan jembatan yang dikenal dengan nama jembatan patah itu.
"Pemeliharaan ini sifatnya rutin karena muatan berat melintas terutama saat malam CPO banyak lewat," kata Koordinator Lapangan UPTD pemeliharaan jalan dan jembatan Dinas SDABMBKPRKP Suhardiono, Selasa, 6 Agustus 2024.
Pemeliharaan jembatan tersebut membuat jalan Kapten Mulyono ditutup sementara agar pekerjaan lekas rampung dan tidak membahayakan masyarakat.
--page
Adapun perbaikannya meliputi penggantian kayu ulin yang patah, pemasangan kembali pelat besi yang terlepas dan penggantian baut yang kendor.
Suhardiono menjelaskan, jembatan patah merupakan jembatan semi permanen dengan desain yang mampu menampung beban maksimal 8 ton. Sementara angkutan berat yang melintasinya diperkirakan 20-30 ton.
"Kami perkirakan sehari ada ratusan yang melintas, terutama saat malam hari," ujarnya.
Angkutan berat itu membuat getaran pada jembatan yang membuat baut aus dan kendor. Bahkan berbagai metode dilakukan pihaknya mulai dari memasang karet, memasang ring, atau mengelas khususnya baut pada pelat besi. Namun bautnya tetap tidak mampu menopang beban angkutan dan hanya bertahan beberapabulan sebelum akhirnya lepas.
"Oleh karena itu kita rutin memperbaiki sambil menunggu anggaran untuk jembatan permanen," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/J)









