JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat pengendalian kualitas udara melalui alat uji Relative Accuracy Test Audit (RATA), sehingga bisa membantu menurunkan pelepasan karbon dioksida (emisi CO2) di sektor industri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa mengatakan hal tersebut dilakukan mengingat sektor industri memegang peranan penting sebagai pendorong utama dalam pertumbuhan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja, sehingga diperlukan inovasi berkelanjutan yang mempercepat terwujudnya industri hijau.

"Oleh karena itu, diperlukan kebijakan strategis yang diarahkan untuk mendukung peningkatan kinerja dan daya saing, sehingga sektor industri dapat terus berkelanjutan dan bertahan lama,” kata dia.

Lebih lanjut, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Andi Rizaldi menjelaskan, alat uji RATA tersebut merupakan milik Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri (BBSPJPPI) Semarang.

Dirinya mengatakan alat tersebut memiliki beragam fasilitas spesifikasi unggul yang dibutuhkan dalam pengujian, seperti penggunaan detektor dan sensor yang memenuhi persyaratan metode uji, memiliki kemampuan mengukur hingga 12 komponen gas inframerah dan oksigen, serta dapat dilakukan secara langsung (real-time) dengan akses jarak jauh.

Selain itu menurutnya, selama ini alat hasil unit pelaksana Kemenperin itu memiliki kompetensi untuk mendukung pemantauan emisi secara berkelanjutan melalui audit Continuous Emission Monitoring System (CEMS), dengan harapan dapat dijangkau oleh pelaku industri di seluruh wilayah Indonesia.

"Pentingnya inovasi dan layanan aplikatif yang diberikan BSKJI bagi industri dan masyarakat, bertujuan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan sekaligus memastikan pemenuhan regulasi industri sehingga terwujud industri yang berwawasan lingkungan,” katanya.

--page

Sebagai tanda komitmen dalam melawan perubahan iklim, Indonesia telah menetapkan target ambisius dalam mencapai nol emisi (net zero emission/NZE) pada 2060 atau lebih cepat, dengan menargetkan pengurangan emisi karbon sesuai Enhanced-Nationally Determined Contribution (E-NDC) sebesar 358 juta ton CO2 pada 2030.

ANTARA