BORNEONEWS, Sampit - Seluas 12,4260 hektare lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hangus terbakar. Titik panas atau hotspot juga terpantau mulai meningkat pada Juli 2024.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tersebar di wilayah selatan 5,5860 hektare dan wilayah 5,8400 hektare. Sementara wilayah utara nol kejadian kebakaran lahan.
Titik panas juga terpantau meningkat drastis pada Juli 2024 yaitu 49 hot spot dibanding bulan sebelumnya Juni 8 hot spot. Sedangkan minggu pertama Agustus baru terpantau 8 titik panas di Kotim.
Kebakaran lahan yang sempat menjadi perhatian BPBD Kotim berada di Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga. Kebakaran tersebut terjadi 5 Agustus 2024 mengepung SUTET dan mengancam pasokan listrik untuk 5 Kabupaten wilayah selatan Kalimantan Tengah.
Tim satgas berjibaku memadamkan karhutla tersebut dengan beragai tantangan mulai dari jauhnya air dengan lokasi kebakaran dan minimnya cahaya karena pemadaman dilakukan hingga malam.
--page
Pihaknya bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk melakukan pemadaman dengan menggunakan pompa-pompa portable dengan jarak antara 200 sampai 300 meter dari sumber air.
Tim berupaya menyelamatkan objek vital SUTET karena kebakaran berpotensi menyebabkan mal fungsi struktur transmisi untuk distribusi tenaga listrik itu.
"Pukul 23.27 WIB, tim lengkap kembali di jalan poros Tjilik Riwut. Objek vital dapat kita amankan," kata Kepala BPBD Kotim Multazam, Rabu, 7 Agustus 2024. (DEWI PATMALASARI/J)









