PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Ketenagakerjaan (Disnakertrans) Kalteng bergerak cepat menghadapi kasus Pekerja Migran Indonesia asal Palangka Raya yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Irak.

Kepala Disnakertrans Kalteng Farid Wajdi menyampaikan, pihaknya telah memastikan kebenaran info tersebut setelah berkoordinasi dengan Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalselteng.

“Kami telah berkoordinasi dengan BP3MI Kalselteng di Banjarbaru, info dari BP3PMI berita itu benar,” kata Farid Wajdi, Rabu, 7 Agustus 2024.

Farid mengatakan Disnakertrans Kalteng sedang koordinasi intens dengan Disnaker Kota Palangka Raya dan BP3MI Banjarbaru dalam penanganan kasus ini.

Ia menjelaskan penanganan pekerja Indonesia di luar negeri (dulu disebut TKI) dilaksanakan oleh Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), dan untuk wilayah Kalteng melalui BP3MI di Banjarbaru.

--page

“BP3MI Banjarbaru sudah mengkoordinasikan kasus tersebut ke Direktorat Perlindungan dan Pemberdayaan Kawasan Eropa dan Timur Tengah BP2MI Pusat, untuk penanganan di tingkat pusat dan perwakilan RI di lokasi kasus,” tegasnya.

“Kami menunggu hasil penanganan BP2MI Pusat dan harapan kami yang bersangkutan bisa segera dipalangkan,” ungkap Farid.

Sebagai informasi, sebelumnya sebuah video viral di media sosial menunjukkan seorang wanita, Ria Hidayah alias RA, berusia 40 berasal dari Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, diduga menjadi korban TPPO.

Dalam video berdurasi 1 menit 23 detik tersebut, RA mengungkapkan bahwa ia saat ini berada di Irak dan telah dikurung selama 4 bulan. Dalam kondisi sakit, RA berusaha untuk pulang ke Indonesia melalui agen kerjanya di Dubai.

Meskipun keluarga RA telah menyediakan uang sejumlah 20 juta untuk biaya pulang, agen tersebut menyatakan bahwa tiket saat ini sangat mahal dan uang yang diberikan belum mencukupi.

--page

Agen kemudian menyarankan RA untuk kembali ke Dubai dan mengirim uang untuk visa agar dapat kembali bekerja.

Meskipun setuju, hingga saat ini RA belum berhasil kembali ke Dubai maupun ke Indonesia, sehingga dalam video tersebut ia memohon bantuan kepada BP2MI untuk membantunya pulang. (HERMAWAN DP/j)