KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Ketua Komisi III DPRD Gunung Mas Iceu Purnamasari prihatin dengan angka kasus asusila anak di bawah umur pada Januari - Juli 2024 yang melonjak dari tahun 2023.

Olehkarena itu, Iceu meminta Dinas terkait seperti Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), Disdikpora Gumas dan lainnya untuk gencar sosialisasi dampak buruk seks bebas atau seks sebelum menikah.

"Saya prihatin, banyak anak muda sekarang yang pacaran dan melakukan hal-hal tidak seharusnya dilakukan seperti selayaknya berhubungan suami istri, ini perlu perhatian pemerintah daerah salah satunya dengan mensosialisasikan dampak buruk seks bebas," kata Iceu, Rabu, 7 Agustus 2024.

Banyak dampak buruk seks bebas seperti bisa terkena penyakit kelamin menular, bisa terkena HIV AIDS yang belum ada obatnya hingga penyakit lainnya.

Dengan gencar melakukan sosialisasi terkait bahayanya, diharapkan anak-anak muda khususnya di Kabupaten Gunung Mas menjadi takut untuk melakukan hubungan layaknya suami istri dengan pacar mereka.

--page

"Jika setiap punya pacar mau diajak berhubungan suami istri dengan alasan karena cinta, jangan mau. Banyak dampak buruknya, salah satunya bisa kena penyakit kelamin karena berhubungan gonta-ganti pasangan," jelas Politisi partai Golkar Itu.

Selain itu, disosialisasikan pula agar para perempuan bisa menjaga dirinya dan berani menolak ajakan laki-laki yang ingin melakukan hal-hal yang menjurus kepada kejahatan asusila.

"Jika bisa menolak dan menjaga diri dari ajakan hal-hal menyimpang, diharapkan bisa mencegah pelecehan seksual atau kejahatan asusila lainnya," tukas Iceu. (RISKA YULYANA/Y)