SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menyiapkan paparan yang akan disampaikan kepada Kepala BNN RI Marthinus Hukom terkait inovasi cegah penyalahgunaan narkotika melibatkan tokoh adat.

"Yang menarik kedatangan Kepala BNN RI ini waktu kita ekspos di Jakarta beliau yang langsung memimpin dan saya sampaikan ada satu hal dalam P4GN dalam masalah pencegahan itu Kotim ingin melakukan inovasi melibatkan tokoh adat," kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kotim Sanggul Lumban Gaol, Rabu, 7 Agustus 2024.

Tokoh adat bisa membantu tugas pemerintah dalam hal ini BNN, Kepolisian, dan pemerintah daerah dalam rangka memerangi narkoba melalui peranan hukum adat.

Hal itu menjadi daya tarik bagi Marthinus Hukom untuk menjadikan Kotim pilot project untuk selanjutnya diterapkan di Indonesia. 

"Sehingga beliau datang ke sini. Nanti ada DAD, damang, mantir, dan Camat semua kita undang bahkan Bupati diminta memaparkan sejauh mana hukum adat bisa berperan dalam rangka pencegahan narkoba," imbuhnya. 

Persiapan Kotim menyambut kedatangan Marthinus Hukom sudah mencapai 99 persen baik dari fasilitas, sarana dan prasarana.

"Dari BNN pusat membawa 28 orang, kemudian ada dari provinsi dan kotamadya juga datang. Kurang lebih ada 100 orang tamu kita," tandasnya.

--page

Rombongan Kepala BNN RI dijadwalkan tiba di Sampit hari ini, Rabu, 7 Agustus 2024. Kemudian akan melakukan serangkaian kegiatan di Kotim hingga 8 Agustus 2024. (DEWI PATMALASARI.R)