KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Angin sepoi menyambut ketika ada yang melewati gapura selamat datang objek wisata Air Terjun Batu Mahasur atau Ruang Terbuka Hijau (RTH) Batu Mahasur. Bagaimana tidak, di samping kanan dan kiri jalan menuju objek wisata tersebut banyak pepohonan rindang yang masih asri.

Bagi masyarakat Kabupaten Gunung Mas, objek wisata Air Terjun Batu Mahasur merupakan salah satu tempat wisata andalan karena lokasinya masih di Kota Kuala Kurun, jaraknya kurang lebih 2 Km dari pusat kota, tepatnya di Jalan Damang Pijar, Kelurahan Kuala Kurun, Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas.

Sedangkan, untuk masyarakat dari luar Kabupaten Gunung Mas, misalnya dari Kota Palangka Raya, tempat wisata ini bisa menjadi pilihan untuk berlibur bersama keluarga. Apa lagi jaraknya dari Palangka Raya hanya sekitar 156 kilometer dan jika ditempuh dengan kendaraan memakan waktu sekitar 3,5 jam - 4 jam.

Mulanya objek wisata tersebut hanya dikenal dengan nama Air Terjun Batu Mahasur, namun pada tahun 2023, pemerintah Kabupaten Gunung Mas menutup sementara objek wisata tersebut karena mereka melakukan renovasi dan pengembangan dengan menambah berbagai fasilitas yang ada termasuk ruang terbuka hijau (RTH). Hingga pada Jumat, 29 Desember 2023, Bupati Gunung Mas periode 2019-2024 Jaya S Monong meresmikan RTH Batu Mahasur dan membuka kembali objek wisata Air Terjun Batu Mahasur.

"Tahun 2024, kami akan melanjutkan pengerjaan master plan yang ada dalam pembangunan objek wisata air terjun Batu Mahasur," kata Kepala Disbudpar Gunung Mas Hansli Gonak.

Harga tiket

Sebelum masuk ke objek wisata Air Terjun Batu Mahasur, akan ada petugas yang berjaga di loket masuk. Harga tiket masuknya sangat ramah di kantong yakni di hari biasa, harga tiket untuk dewasa sebesar Rp5000 sedangkan anak-anak Rp3000. Pada weekend atau hari libur, harga tiket masuk untuk orang dewasa sebesar Rp10.000 dan anak-anak Rp5.000. 

Potret salah gazebo di Air Terjun Batu Mahasur yang bisa disewa untuk berbagai acara.
Potret salah gazebo di Air Terjun Batu Mahasur yang bisa disewa untuk berbagai acara.

Sedangkan biaya parkir sepeda motor yaitu Rp3.000, mobil/pick up dan sejenisnya yaitu Rp5.000 dan untuk bus atau truk yaitu Rp10.000. Tempat parkirnya pun luas, sehingga pengunjung tidak perlu khawatir jika mengajak banyak rombongan untuk menikmati alam di air terjun Batu Mahasur. Untuk jam operasionalnya yakni dari pukul 08.00 - 17.00 WIB.

Air terjun Batu Mahasur

Bila masyarakat di luar Kabupaten Gunung Mas ingin berkunjung ke Air Terjun Batu Mahasur, jangan lupa membawa perlengkapan berenang dan baju ganti. Sebab, air di tempat tersebut sangat segar, sehingga sayang jika tidak mencoba berenang atau merasakan dingin dan segarnya air di Air Terjun Batu Mahasur.

Ada dua kolam yang disediakan yakni kolam dengan kedalaman sekitar 3 meter dan 1 meter. Bagi yang tidak bisa berenang, ada penyewaan ban pelampung yang ada di sekitar air terjun.

Pengunjung sedang bermain air di kolam kecil di Air Terjun Batu Mahasur.
Pengunjung sedang bermain air di kolam kecil di Air Terjun Batu Mahasur.

"Saat bermain air atau berenang, pengunjung tidak hanya menikmati segarnya air terjun namun juga sejuknya alam sekitar, sebab tempat tersebut dikelilingi tebing pepohonan yang rindang. Ketika cuaca sedang panas pun, tempat tersebut akan terasa sangat sejuk dengan angin sepoi-sepoi," kata Hansli.

Perlu diperhatikan, ada beberapa peringatan atau imbauan bagi pengunjung di antaranya tidak boleh melompat dari atas tebing atau dari atas air terjun yang tingginya sekitar 15 meter, kemudian jangan membuang sampah sembarangan dan bagi orangtua sebaiknya mengawasi anak-anaknya ketika bermain air atau berenang.

Bila sudah lelah bermain air atau berenang, pengunjung bisa membersihkan diri di kamar mandi yang telah disediakan dan jika lapar, ada warung yang menjual aneka camilan dan mi instan.

RTH Batu Mahasur

Tidak hanya bermain air di Air Terjun Batu Mahasur, pengunjung juga bisa berjalan-jalan di jalan setapak di ruang terbuka hijau (RTH) yang sudah dibangun. Banyak gazebo yang bisa dimanfaatkan untuk beristirahat atau bersenda gurau dengan keluarga sembari memakan bekal yang dibawa.

Potret jalan setapak yang ada di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Batu Mahasur.
Potret jalan setapak yang ada di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Batu Mahasur.

"Di setiap gazebo, kami telah menyiapkan tempat sampah, sehingga masyarakat bisa dengan mudah membung sampah. Kami imbau agar pengunjung tidak membuang sampah sembarangan dan membuang sampah pada tempat yang telah kami sediakan," jelas Hansli.

Bagi yang suka berfoto atau suka update di media sosial, ada banyak spot foto alam yang bisa dicoba, sepeti di berbagai gazebo, ada pula jembatan di atas kolam untuk anak, di depan Air Terjun Batu Mahasur atau berdiri di antara pepohonan yang banyak tumbuh di sana.

"Masyarakat juga bisa menyewa gazebo yang ada di RTH Batu Mahasur dengan biaya Rp50 ribu per jam, menyewa both atau lapak jualan dengan harga Rp100 per bulan," paparnya. (RISKA YULYANA/J)