BORNEONEWS, Kasongan - Selama beberapa bulan terakhir para pembudidaya ikan keramba di Kota Kasongan, Kabupaten Katingan, mengalami kemerosotan panen cukup signifikan. Maskadi, pembudidaya ikan keramba di Hulu Jembatan Kasongan, mengatakan, hasil panenan ikan nila dan mas, menurun drastis.

"Kalau biasanya dalam satu keramba panen ikan nila yang dijual secara borongan oleh pengepul, beratnya sembilan kuintal‎ bahkan satu ton. Namun, kemarin pas panen lagi, berat ikan hanya sekitar 7 kuintal," ungkap Maskadi kepada Borneonews, saat memanen ikannya, di Komplek Pata, Kelurahan Kasongan Lama, Kasongan, Kamis (16/6/2016), .

Maskadi telah melakukan beberapa kali panen ikan keramba, jenis ikan nila dan mas. Namun, hasil panen tersebut dinilai tidak maksimal. Sebab, total bobot timbangan ikan yang dijual menurun. Ia tidak mengetahui persis mengapa total berat ikan yang dipanen menurun signifikan. Namun, dia meyakini penurunan itu, dipengaruhi kondisi air Sungai Katingan yang tidak stabil. Pasalnya, selama beberapa bulan ini air sungai memiliki volume cukup besar. Bahkan, air sampai meluap ke daratan di pinggiran sungai.

Berdasarkan pengamatannya, ikan memang sulit sekali meningkat bobotnya pada kondisi sungai yang terlalu dalam."Biasanya kita dapat memanen ikan yang sudah berumur lima setengah sampai enam bulan untuk jenis nila. Sedangkan jenis ikan masa bisa dipanen pada umur pemeliharaan empat sampai lima bulan."

Ikan yang dipanen pengepul, dihargai sebesar Rp26.500 per kilogram untuk jenis nila. Sedangkan untuk jenis ikan mas dihargai sebesar Rp29.000 per kilogramnya oleh pengepul. "Saat ini harga masih relatif stabil. Cuma ikan nila harganya yang maish belum maksimal," sebutnya.

Mengenai harga pakan ikan, menurutnya, untuk saat ini masih tidak ada perubahan harga yang signifikan alias masih normal. Untuk umpan umur nol sampai satu bulan harganya Rp180 ribu per sak, umur tiga bulan Rp331 ribu per sak dan umur empat bulan ke atas Rp445 ribu per saknya. (HAIRUL SALEH/N).