BORNEONEWS, Kotim - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) menggandeng pihak swasta untuk membantu sosialisasi dan pengembangan sektor pariwisata. Sebagai bentuk komitmen itu, pemerintah menandatangani memorandu of understanding (MoU) dengan pelaku usaha bidang kepariwisataan.

“Pemerintah daerah tidak mungkin mampu jalan sendiri untuk mengembangkan sektor pariwisata. Pasti membutuhkan kerja sama dengan pelaku usaha pariwisata seperti pengusaha perhotelan, rumah makan, restoran, jasa travel, dan pihak-pihak terkait lainnya,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotim, Farjrurrahman, di Hotel Midtown, Sampit, Kamis (16/6/2016).

Sosialisasi destinasi wisata daerah dan penandatanganan kerjasama antara pemerintah daerah dengan pelaku usaha di bidang kepariwisataan itu, diikuti para pengusaha perhotelan, restoran, rumah makan, pengelola objek wisata, organisasi kepemudaan dan juga insan pers.

Sektor pariwisata Kotim yang masuk dalam program prioritas pemerintah daerah untuk dikembangkan harus diapresiasi. Dan perlu dikelola secara profesional oleh para pelaku pariwisata di daerah ini. bukan hanya pemeritah daerah tetapi semua elemen.

“Kepariwisataan Kotim dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku wisata. Dengan adanya pertemuan ini mari kita bekerjasama dengan pemerintah dan pelaku wisata. Sehinga mendukung pengembangan perekonomian di Kotim,” ujar Fajrur.

Untuk lebih memperdalam ilmu tentang pengembangan kepariwisataan tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berencana melakukan study banding ke Pulau Dewata Bali. Dina situ ingin benar-benar belajar bagaimana cara pengembangan pariwisata yang berkelanjutan karena untuk mengembangkan dan mengekspose pariwisata bukan lah perkara mudah, tetapi membutuhkan waktu yang lama.

“Nanti kita akan roadshow ke Bali karena di sana merupakan pintu gerbang pariwisata di Indonesia,” katanya.

Sekretaris Daerah Kotim, Putu Sudarsana mengatakan, Kotim memiliki berbagai macam adat dan budaya yang memiliki nilai sebagai cikal-bakal jadi daerah tujuan wisata. Tinggal bagaimana pemerintah daerah selaku penggerak dan pelaku pariwisata membantu mempromosikan keluar.

“Pemerintah daerah hanya memfasilitasi. Misalnya dinas, dia hanya menggali potensi-potensi wisata didaerah ini, yang lebih berperan adalah pelaku wisata. Mereka ini adalah pengelola hotel, restoran, rumah makan, jasa travel dan lainnya,” kata Putu. (RAFIUDIN/N).