PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Kalteng, H Sudarsono menyampaikan, faktor cuaca memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan pangan. Kondisi cuaca ekstrem seperti kekeringan, banjir, badai dan perubahan pola hujan dapat merusak tanaman, mengurangi hasil panen dan mempengaruhi ketersediaan air yang dibutuhkan untuk pertanian. 

"Selain itu, perubahan suhu juga bisa mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan siklus hama," kata H Sudarsono, Sabtu, 10 Agustus 2024.

Sebagai wakil rakyat, dirinya mendorong kebijakan yang mendukung adaptasi dan mitigasi dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian. Ini bisa termasuk pengembangan teknologi pertanian yang lebih tahan terhadap perubahan cuaca, penyediaan asuransi pertanian, serta edukasi kepada petani tentang praktik pertanian yang berkelanjutan.

"Selain itu, penting juga untuk mempromosikan diversifikasi sumber pangan untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis tanaman tertentu yang bisa sangat rentan terhadap perubahan cuaca," bebernya.

Dia melanjutkan, dukungan terhadap penelitian dan pengembangan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem juga sangat diperlukan.

--page

"Kewaspadaan terhadap faktor cuaca dalam ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab petani, tetapi juga seluruh pemangku kepentingan termasuk pemerintah dan masyarakat," tandasnya. (MARINI/Y)