BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Anggota Koramil 1014-02/Kumai, Sertu Aswandi dan Sertu Jumadi, bersama Bhabinkamtibmas, personil Manggala Agni, BPBD, MPA, dan warga setempat bergerak cepat memadamkan kebakaran lahan kebun sawit milik warga, di Desa Sei Tendang, Kecamatan Kumai, Senin, 12 Agustus 2024.
Danramil 02/Kumai Kapten Inf Faturrachman mengatakan, pihaknya menerima informasi mengenai kebakaran tersebut di wilayah binaan mereka.
Babinsa langsung diterjunkan ke lokasi kejadian, kemudian bersama dengan tim gabungan lainnya dan warga, bergrak cepat memadamkan api yang telah membesar.
"Saat menerima laporan dari warga, kami segera bergerak cepat untuk menurunkan anggota Babinsa ke lokasi kebakaran. Kecepatan dalam merespons sangat penting agar kebakaran tidak meluas dan bisa segera dikendalikan," ujar Kapten Inf Faturrachman.
Menurut Sertu Aswandi, berdasarkan keterangan warga sekitar menyebutkan, bahwa awal mula kebakaran diketahui ketika melihat asap tebal yang membumbung tinggi di atas lahan sawit.
--page
"Saat kami cek ke lokasi, api sudah besar dan membakar sebagian besar lahan sawit milik warga," jelasnya.
Sertu Aswandi menambahkan bahwa upaya pemadaman dilakukan secara gotong-royong oleh seluruh elemen yang terlibat.
"Beruntung, kami dapat bergerak cepat sehingga api tidak sempat meluas ke area lain. Dukungan warga sangat membantu dalam proses pemadaman ini," tambahnya.
Selain itu, Babinsa Sei Tendang juga mengimbau masyarakat untuk terus waspada dan siaga mengantisipasi terjadinya kebakaran, mengingat saat ini sedang dalam musim kemarau.
"Kami mengingatkan warga agar lebih berhati-hati, karena musim kemarau ini sangat rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan," kata Sertu Aswandi.
Kapten Inf Faturrachman juga menegaskan pentingnya kerja sama antara semua pihak dalam mengantisipasi dan menangani kebakaran lahan di masa mendatang.
"Kami berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi, dan warga dapat segera melaporkan jika ada tanda-tanda kebakaran," ujarnya.
--page
Kebakaran lahan di Sei Tendang berhasil dipadamkan dalam waktu beberapa jam, namun tetap menjadi pengingat betapa pentingnya kewaspadaan di musim kemarau yang rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan. (DANANG/j)









