BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat) Palangka Raya, Gloriana Aden, mengungkapkan bahwa mulai Januari hingga Agustus 2024, tercatat sebanyak 52 kejadian kebakaran terjadi di permukiman Palangka Raya.
Hasil investigasi tim di lapangan menunjukkan bahwa selain cuaca dan iklim yang panas, faktor kelalaian masyarakat dalam menggunakan peralatan juga menjadi penyebab potensial terjadinya kebakaran.
Untuk mencegah kelalaian yang dapat menyebabkan kebakaran, Gloriana Aden menekankan pentingnya kerjasama bersama Diskarmat, RT, RW, Lurah, dan Camat dalam mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya waspada terhadap potensi kebakaran.
"Upaya preventif ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan peraturan dan tindakan yang dapat mengurangi risiko kebakaran," katanya, Senin, 12 Agustus 2024.
Diskarmat Palangka Raya berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah kebakaran di permukiman.
--page
"Selain itu, Diskarmat juga akan terus melakukan pemantauan dan peningkatan kapasitas dalam menangani kebakaran agar dapat merespons dengan cepat setiap kejadian kebakaran yang terjadi," pungkasnya. (PATHUR/j)









