BORNEONEWS, Palangka Raya - Pekerjaan mengemis itu mudah, tidak perlu membanting tulang. Penghasilannya pun lumayan, minimal Rp20 ribu per hari. Karena itu, anak muda bertubuh sehat pun tak canggung melakoninya. Hanya berlakon wajah memelas, sambil menengadahkan tangan, seperti Wandi dan Nurkholis, keduanya berusia 22 tahun. 

Nurkholis dan Wandi menceritakan hal itu, saat ditangkap Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palangka Raya, Kamis (16/6/2016). Dua pengemis jalanan itu, diamankan ketika sedang meminta-minta di Jalan G Obos induk, sekitar pukul 11.00 WIB. Uang perolehannya digunakan untuk membiayai keperluan sehari-hari.

"Saya pernah bekerja nyuci motor tapi akhirnya berhenti, lalu jadi pengemis jalanan," kata Wandi di kantor Satpol PP Palangka Raya.

Nurkholis dan Wandi dibawa ke kantor untuk didata. Rambut mereka dipotong, kepalanya digunduli. Bau tak sedap pun sempat menyeruak, membuat udara di kantot Satpol PP menjadi tidak segar. Seorang anggota nyaris saja muntah karena tak tahan mencium bau itu. Sumber bau tersebut diduga dari tubuh kedua anak muda pengemis tersebut, lantaran tidak mandi.

"Sudah dua hari tidak mandi," kata Nurkholis sambil tersenyum lebar.

Sementara itu, Wandi mengatakan, dirinya tinggal bersama Nurkholis dan satu rekan sisanya di sebuah bangunan rumah kosong depan Jalan C Bangas. Namun ketika ditangkap, satu rekannya itu berhasil kabur.

Kamis itu, anggota Satpol PP juga menangkap satu pengemis lainnya di kawasan Pasar Kahayan. Saat menyusuri jalan kota, giliran seorang pemuda yang diduga mengalami gangguan kejiwaan ditangkap di Jalan Diponegoro. Tak hanya itu, anggota juga menciduk empat orang penjual koran lokal ketika berada di kawasan traffick light. (BUDI YULIANTO/N)