BORNEONEWS, Palangka Raya - Staf Ahli (Sahli) Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) di kabupaten kota untuk memperkuat pasar murah sebagai langkah menekan inflasi.
Ditambah dengan melaksanakan upaya lain seperti pasar penyeimbang dan percepatan perluasan pertanaman padi untuk mengantisipasi kenaikan inflasi di musim kemarau.
“Seluruh Tim Percepatan Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten/Kota harus selalu kompak dan bekerja sama, dan juga menyediakan anggaran di wilayah masing-masing untuk antisipasi kenaikan inflasi,” tuturnya usai mengikuti rakor bersama Kemendagri, Senin, 12 Agustus 2024.
Sementara itu, Direktur Direktorat Statistik Harga Badan Pusat Statistik (BPS), Windhiarso Ponco menyampaikan dalam paparannya, deflasi pada bulan Juli 2024 dominan diakibatkan oleh deflasi secara umum pada komponen harga bergejolak.
Ia menyampaikan komoditas yang menyumbang andil deflasi terdalam pada empat bulan terakhir dari komponen harga bergejolak adalah beberapa jenis komoditas hortikultura.
--page
“Seperti bawang merah, tomat, dan cabai merah serta komoditas pangan yang lain yakni beras, daging ayam ras, dan telur ayam ras,” ujarnya. (HERMAWAN DP/H)









