JAKARTA –
**Borneonews**, Gaza - Pembunuhan terhadap warga Palestina di sebuah sekolah penampungan di Kota Gaza telah menuai kecaman keras dari Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres. Ia secara tegas mengutuk serangan udara Israel yang terjadi pada akhir pekan, yang mengakibatkan hilangnya nyawa sedikitnya 100 orang. Dalam pernyataannya, wakil juru bicara PBB, Farhan Haq, menyampaikan bahwa Sekjen Guterres merasa sangat prihatin dan kecewa atas banyaknya korban jiwa, termasuk wanita dan anak-anak, yang terjadi akibat serangan brutal tersebut, terutama di sekolah Al-Tab'een yang menjadi tempat perlindungan bagi ratusan keluarga Palestina yang mengungsi dari kekerasan. Guterres juga menekankan kekecewaannya atas ketidakpatuhan terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 2735, yang seharusnya memberikan dukungan untuk perlindungan warga sipil dalam konflik yang tengah berlangsung. Dalam konteks ini, ia menyambut positif upaya mediasi yang dilakukan oleh para pemimpin Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar yang berusaha meredakan ketegangan di kawasan tersebut. Lebih lanjut, Guterres mendesak semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk kembali ke meja perundingan guna menciptakan kesepakatan gencatan senjata dan menyelesaikan masalah pembebasan para sandera. Ia menegaskan bahwa gencatan senjata dan pembebasan semua sandera tanpa syarat harus segera diwujudkan demi keselamatan dan kesejahteraan warga sipil. Dalam pernyataan tersebut, Guterres juga menggarisbawahi pentingnya menjamin perlindungan bagi warga sipil dan akses humaniter yang aman dan tanpa batas menuju Gaza. Ia menekankan bahwa hukum humaniter internasional harus dipegang teguh, mengingat prinsip-prinsip seperti pembedaan, proporsionalitas, serta tindakan pencegahan dalam setiap operasi militer yang dilakukan. Serangan Israel yang terjadi pada tanggal 10 Agustus telah menyebabkan setidaknya 100 orang tewas dan banyak lainnya mengalami luka-luka, ketika serangan udara dilancarkan terhadap warga Palestina saat mereka melaksanakan shalat Subuh di sekolah Al-Tab'een yang terletak di daerah Al-Daraj. Israel sendiri berada di bawah sorotan internasional, di mana banyak pihak mengecam aksinya yang terus berlanjut di Gaza sejak dimulainya serangan pada 7 Oktober 2023 oleh kelompok pejuang Palestina, Hamas. Dampak dari serangan tersebut sangat mengkhawatirkan, dengan hampir seluruh korban merupakan wanita dan anak-anak, serta ribuan lainnya mengalami cedera, menurut laporan dari otoritas kesehatan setempat. Situasi di Gaza kini semakin memprihatinkan, dan harapan untuk tercapainya gencatan senjata serta pemulihan kondisi kemanusiaan sangat dibutuhkan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa lebih banyak lagi di masa depan. ANTARA