KENDARI –
**Borneonews**, Kendari – Pencarian seorang nelayan bernama La Hamidu (57) yang hilang sejak melaut di perairan Pantai Jodoh, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan (Busel) kini memasuki hari keempat. Badan SAR Nasional (Basarnas) Kendari telah memperluas area pencarian untuk meningkatkan peluang menemukan korban. Kepala Basarnas Kendari, Aminuddin, menjelaskan bahwa operasi pencarian ini dilakukan setelah pihaknya mendapatkan laporan tidak kembalinya La Hamidu dari aktivitas memancing yang dilakukannya pada Jumat (9/8) lalu. Diketahui bahwa korban berangkat menggunakan perahu dan biasanya pulang pada siang hari. Namun, hingga sore hari, keluarga dan masyarakat setempat merasa khawatir karena La Hamidu belum juga kembali. “Pada pukul WITA, Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan Operasi SAR setelah membagi tim menjadi dua untuk melaksanakan penyisiran,” ungkap Aminuddin. Area penyisiran difokuskan di sekitar lokasi terakhir yang diperkirakan menjadi tempat korban berada, yaitu di perairan Pantai Jodoh. Dalam melaksanakan misi pencarian ini, tim menghadapi kondisi cuaca yang berawan, dengan peluang hujan ringan serta angin yang berkecepatan 3-26 kilometer per jam dari arah timur. Ketinggian gelombang diperkirakan sekitar 0,5 hingga 1 meter, sehingga tantangan dalam pencarian cukup signifikan. Operasi pencarian hari ini melibatkan banyak pihak, termasuk Pos SAR Baubau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buton Selatan, Palang Merah Indonesia (PMI) Baubau, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas dari Desa Bole. Masyarakat lokal dan anggota keluarga juga turut membantu, menunjukkan solidaritas yang tinggi dalam menghadapi situasi ini. Aminuddin mengungkapkan bahwa berbagai peralatan canggih digunakan dalam pencarian ini, termasuk truk penyelamat, perahu karet, perahu, serta peralatan medis dan evakuasi. Selain itu, peralatan komunikasi juga disiapkan untuk memastikan koordinasi yang efektif di lapangan. Pencarian telah dilakukan oleh keluarga dan masyarakat setempat hingga malam hari setelah informasi kehilangan La Hamidu tersebar. Namun, hasil yang diperoleh hingga saat ini belum membuahkan hasil yang diharapkan, yaitu penemuan korban. Dalam situasi sulit ini, harapan tetap ada, dan usaha pencarian terus dilakukan dengan maksimal. Upaya bersama ini mencerminkan ketangguhan dan kepedulian masyarakat serta pihak berwenang dalam menangani kasus kehilangan nelayan. Semoga La Hamidu segera ditemukan dengan selamat. ANTARA