**Borneonews**, Jalur Gaza
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru-baru ini mengungkapkan betapa luasnya perintah evakuasi yang dikeluarkan oleh militer Israel di Jalur Gaza, dengan rincian bahwa hampir 84 persen dari total wilayah kantong tersebut kini berada di bawah instruksi yang harus dipatuhi. Menurut wakil juru bicara PBB, Farhan Haq, sekitar 305 kilometer persegi dari Jalur Gaza telah ditempatkan dalam keadaan darurat ini, dan hal ini menunjukkan escalasi ketegangan yang signifikan.
Dari keterangan yang diperoleh melalui Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), Haq menekankan bahwa serangan udara yang terus berlangsung oleh Israel telah berakibat fatal bagi banyak warga Palestina. Aggresi ini tidak hanya mengakibatkan kehilangan nyawa, tetapi juga melukai, menggusur, serta merusak infrastruktur vital yang menjadi tumpuan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
Haq mencatat bahwa dalam waktu singkat, dua tambahan perintah evakuasi dikeluarkan untuk kawasan Khan Younis, terutama menyasar area yang sebelumnya telah terintegrasi dalam perintah evakuasi. Konsekuensi dari tindakan tersebut kini menyentuh sekitar 23 lokasi pengungsian, 14 fasilitas yang berkaitan dengan air, sanitasi, serta kebersihan, dan menyebabkan gangguan pada empat lembaga pendidikan.
Lebih lanjut, situasi yang ada di Gaza semakin kritis karena akses terhadap pasokan bantuan sangat dibatasi. Faktor-faktor seperti serangan aktif, kendala dalam akses, tingkat ketidakamanan yang tinggi, serta minimnya ketertiban dan keselamatan publik, telah memperburuk kondisi bagi penduduk yang sudah terdesak. Dalam menjawab pertanyaan terkait kemungkinan terjadinya genosida di Gaza, Haq menjelaskan bahwa hal tersebut memerlukan putusan pengadilan yang tepat untuk dapat dinyatakan secara resmi.
Mengacu pada pernyataan sebelumnya mengenai kondisi keseluruhan Jalur Gaza, Haq menyatakan dengan tegas bahwa data-data yang terpampang menunjukkan betapa mengkhawatirkannya situasi konflik yang tengah berlangsung di mana pun di dunia.
Kekhawatiran PBB tidak hanya terbatas pada Gaza. Di Lebanon, jumlah pengungsi telah melonjak sejak 23 Juli, di tengah konflik yang semakin meningkat. Haq menyoroti bahwa selama sebulan terakhir, angka kematian warga sipil telah meningkat sebesar 20 persen, dengan total 120 jiwa sejak bulan Oktober, di mana hampir setengah dari jumlah tersebut adalah perempuan dan anak-anak.
Jumlah pengungsi yang terus bertambah juga terpantau meningkat hampir empat persen sejak pertengahan Juli, yang berimplikasi pada kawasan dengan lebih dari sekian ribu orang terdampak. PBB kembali mengingatkan dan mendesak semua pihak untuk menghormati kewajiban yang ditetapkan oleh hukum humaniter internasional, dengan penekanan bahwa perlindungan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil harus menjadi prioritas utama dalam setiap situasi.
ANTARA
PBB Ungkap Fakta Mengejutkan tentang Situasi di Jalur Gaza
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Gerindra Barito Timur Dorong Kader Perkuat Peran di Tengah Masyarakat
Kualitas Udara Memburuk, Ratusan Warga Pangkalan Bun Manfaatkan Rumah Oksigen KIM?
Kapuas Masuk Tiga Daerah di Kalteng yang Jalani Verifikasi Lapangan Evaluasi PUG
Angka Kecelakaan Naik 10,4 Persen, Polres Kapuas Gelar Operasi Patuh Telabang Selama Dua Pekan
Yuas Elko Minta Agen dan Pangkalan Elpiji 3 Kilogram di Kalteng Diawasi
Truk Bermuatan Besi Bekas Terbalik di Tikungan Jalan Trikora Banjarbaru
Komentar (0)
Memuat komentar…







