JAKARTA –
**Borneonews**, Johar Baru Sebuah transformasi menarik sedang dilakukan di Johar Baru, Jakarta Pusat. Eks bangunan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terletak di Jalan Kramat Jaya Baru IV kini sedang dipersiapkan untuk diubah menjadi ruang terbuka biru yang akan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya. Ruang terbuka ini akan dilengkapi dengan lintasan lari (jogging track) dan fasilitas lainnya yang bertujuan untuk memperkuat interaksi sosial antara warga. Bangunan seluas 982 meter persegi ini direncanakan akan dialokasikan 20 persen dari total area untuk menjadi ruang terbuka biru. Sisa area tersebut akan dioptimalkan untuk berbagai kegiatan sosial, lahan pertanian perkotaan (*urban farming*), serta area hijau yang aman dan nyaman untuk digunakan masyarakat. Selain itu, terdapat juga sarana olahraga seperti lintasan berlari dan berbagai fasilitas lainnya. Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat, Mila Ananda, menjelaskan bahwa lokasi baru ini akan dilengkapi dengan beragam tanaman pelindung serta vegetasi yang bukan hanya mempercantik area, tetapi juga berfungsi meningkatkan kualitas lingkungan. Lembaga ini juga bekerja sama dengan Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Pusat untuk membangun sistem penampungan air atau embung, yang diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengendalikan genangan air yang masih ada di kawasan Johar Baru. “Ruang terbuka biru ini akan berfungsi sebagai penampung air untuk mengontrol genangan. Masyarakat sekitar dapat merasakan manfaatnya, terutama karena sebelumnya terdapat masalah genangan air yang cukup sering terjadi,” ungkap Mila. Lebih dalam, Mila juga menambahkan bahwa kawasan ini akan dilengkapi dengan lahan pertanian perkotaan yang dikelola bekerja sama dengan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan Jakarta Pusat. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pertanian berkelanjutan dan konsep desain yang mendukung keberlanjutan lingkungan. Fasilitas lain yang akan disediakan termasuk ruang serbaguna dan pendopo, yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan seperti posyandu, ibadah, hingga pertemuan masyarakat. "Kita berusaha menciptakan fasilitas multifungsi dalam ruangan yang dapat digunakan untuk kegiatan seperti futsal, bulu tangkis, dan juga pertemuan warga, mengingat ruang yang terbatas,” jelasnya. Konsep dan desain keseluruhan ruang terbuka biru ini telah selesai, dan langkah berikutnya adalah menyosialisasikan rencana tersebut kepada masyarakat. Hal ini bertujuan agar warga dapat memahami penggunaan lahan serta tanggung jawab mereka dalam menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan yang sebelumnya adalah gedung teater. Mila menekankan bahwa penataan wilayah ini akan melibatkan beberapa pihak, termasuk Sudin Sumber Daya Air, Sudin Ketahanan Pangan, dan dukungan dari perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Sebuah presentasi berbasis animasi 3D juga akan digunakan untuk menggambarkan ruangan-ruangan yang dapat dimanfaatkan, agar masyarakat dapat lebih memahami manfaatnya. Anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Johar Baru, Rudi Gozal, memberikan pujian atas langkah yang diambil oleh Pemerintah Kota Jakarta Pusat dalam mengalihfungsikan lahan tersebut menjadi fasilitas umum dan sosial. “Kami sangat menyambut baik adanya ruang terbuka yang baru ini. Ini adalah kebutuhan mendesak bagi warga, terutama bagi anak-anak yang selama ini tidak memiliki tempat bermain dan bersosialisasi,” ujarnya. Sebagai catatan, proses pembongkaran gedung Johar Baru Teater di Jalan Kramat Jaya Baru IV telah dilaksanakan, melibatkan 300 personel dari berbagai dinas pemerintah dan dua unit alat berat untuk mempercepat proses ini. Dengan langkah-langkah progresif ini, diharapkan lingkungan di Johar Baru akan semakin ramah dan nyaman bagi semua lapisan masyarakat. ANTARA