JAKARTA –
**Borneonews**, Ibu Kota Nusantara Presiden Joko Widodo mengungkapkan pengalaman mendalam yang dialaminya saat menempati beberapa istana peninggalan dari masa kolonial di Indonesia. Dalam sebuah pertemuan resmi dengan ratusan kepala daerah yang berlangsung di Istana Negara Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur, Jokowi berbagi pandangannya mengenai aura kolonial yang masih terasa di istana-istana tersebut, yaitu Istana Merdeka, Istana Negara, dan Istana Kepresidenan Bogor. Ia menjelaskan bahwa Istana Merdeka dan Istana Negara pernah menjadi tempat tinggal bagi para gubernur jenderal Hindia Belanda. Dengan nada reflektif, Presiden menyoroti bahwa Istana Negara dulunya dihuni oleh Gubernur Jenderal Pieter Gerardus van Overstraten. Begitu pula, Istana Merdeka adalah kediaman bagi Johan Wilhelm van Lansberge. Sementara itu, Istana Bogor, yang juga menjadi salah satu tempat tinggal presiden, sebelumnya dihuni oleh Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron van Imhoff. Jokowi menekankan bahwa selama hampir 79 tahun, istana-istana ini telah menjadi saksi bisu perjalanan sejarah bangsa, dan aura kolonialnya tetap membayanginya. "Setiap hari saya merasakan 'bau' kolonial tersebut. Ketika kita berada di lingkungan yang sarat dengan sejarah, kita tidak bisa mengabaikan jejak masa lalu yang begitu kuat," ujar Presiden Jokowi menegaskan. Ucapan ini menggambarkan kerinduannya terhadap semangat kemerdekaan dan jati diri bangsa yang mandiri, yang diharapkan dapat terwujud melalui pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang baru. Presiden juga mengungkapkan harapannya bahwa pembangunan IKN yang dimulai sejak tahun 2021 ini akan membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia mampu merancang dan membangun ibu kota yang mencerminkan nilai-nilai bangsa, meskipun prosesnya memerlukan waktu yang cukup panjang. Diperkirakan, pembangunan IKN akan berlangsung selama 10 hingga 15 tahun ke depan, dengan saat ini progresnya baru mencapai sekitar 20 persen dari total rencana yang diusung. Jokowi menerangkan bahwa tahap awal pembangunan saat ini sudah mencakup Kawasan Inti Pusat Pemerintahan, yang mencakup Istana Negara yang baru, Istana Garuda, kediaman Wakil Presiden, dan gedung-gedung kementerian koordinator. Namun, gedung-gedung untuk setiap kementerian lainnya masih dalam proses perencanaan dan pembangunan. Dengan semangat tersebut, Presiden berharap agar IKN dapat menjadi simbol baru dari cita-cita Indonesia yang merdeka, sekaligus menjauhkan diri dari bayang-bayang sejarah kolonial yang masih terasa hingga saat ini. Pembangunan ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan visi Indonesia yang lebih modern dan berdaulat. ANTARA