JAKARTA –
**Borneonews**, New Delhi - Belakangan ini, para dokter residen di sejumlah negara bagian India mengambil langkah signifikan dengan menghentikan semua layanan medis non-darurat sebagai protes atas tindakan kejam yang merenggut nyawa seorang dokter magang. Kasus tragis ini terjadi di sebuah perguruan tinggi kedokteran di Benggala Barat, di mana seorang dokter magang berusia 31 tahun ditemukan tewas setelah mengalami pemerkosaan dan pembunuhan. Federasi Asosiasi Dokter Residen (FORDA) telah mengumumkan keputusan untuk menghentikan layanan elektif di rumah sakit di seluruh negeri, dimulai sejak tanggal 12 Agustus. Dalam pernyataan mereka, FORDA menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak diambil dengan sembarangan, melainkan sebagai langkah penting guna memastikan bahwa suara mereka terdengar dan tuntutan akan keadilan serta keselamatan terealisasi tanpa penundaan. Aksi ini juga didukung oleh Asosiasi Dokter Residen (RDA) dari All India Institute of Medical Sciences Delhi, bersama dengan dokter dari berbagai rumah sakit lainnya, yang sepakat untuk mogok hingga tuntutan mereka dipenuhi. Meskipun demikian, layanan darurat tetap akan berjalan seperti biasa. Insiden yang mengguncang ini berawal pada Jumat, 9 Agustus, ketika dokter magang tersebut diserang di RG Kar Medical College and Hospital di Kolkata. Penemuan jasadnya di dalam rumah sakit menambahkan lapisan tragedi, dengan hasil autopsi menunjukkan bahwa ia telah mengalami pelecehan seksual sebelum merenggang nyawa. Dalam upaya untuk menanggapi situasi ini, Kepala Menteri Benggala Barat, Mamata Banerjee, mengumumkan bahwa pihak kepolisian akan diberikan waktu hingga minggu depan untuk menyelesaikan penyelidikan kasus ini. Ia menambahkan, jika kepolisian tidak berhasil dalam menyelesaikannya, kasus tersebut akan diserahkan kepada Biro Investigasi Pusat. Situasi ini menempatkan para dokter dalam posisi yang sulit, menciptakan gelombang ketidakpuasan dan ketidakamanan di kalangan tenaga medis di seluruh negeri. Protes ini mencerminkan keinginan mendalam untuk perlindungan yang lebih baik serta penghormatan terhadap keselamatan tenaga kesehatan di India. Semangat solidaritas yang ditunjukkan para dokter di seluruh negeri tidak hanya menyoroti rasa kemanusiaan mereka, tetapi juga menegaskan adanya kebutuhan mendesak akan langkah-langkah yang lebih kuat untuk melawan kekerasan dan kejahatan seksual, yang membuat profesi mereka begitu berisiko. ANTARA