JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta – Kebakaran yang melanda kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, diduga kuat disebabkan oleh korsleting listrik yang terjadi saat pengisian daya ponsel. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Syamsul Huda, yang menjelaskan bahwa informasi tersebut diperoleh dari Ketua RT setempat, Bapak Sukiman. Insiden ini terjadi di Jalan DR Saharjo I, sekitar dini hari, dan langsung menjadi perhatian banyak pihak. Sebelumnya, Lurah Manggarai, Arafat Dinsirat, juga menyampaikan bahwa api kemungkinan besar berasal dari korsleting listrik yang terjadi di rumah warga. Menurut Arafat, berdasarkan keterangan saksi dari masyarakat, indikasi tersebut menjadi dugaan awal penyebab terjadinya kebakaran. Kebakaran tersebut melanda dua Rukun Warga (RW) di Kelurahan Manggarai, yakni RW 06 dan RW 12, yang mencakup 15 Rukun Tetangga (RT). Meskipun jumlah bangunan yang mengalami kerusakan diperkirakan mencapai ratusan, proses pendataan belum sepenuhnya selesai, sehingga data yang lebih akurat masih ditunggu. Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, dalam upaya membantu warga yang terdampak, telah menyiapkan sejumlah fasilitas pengungsian. Lokasi pengungsian ini berada di kawasan Jalan Remaja 5, dengan titik-titik seperti RW 7 Masjid Al Falah, SD 05 RW 9, Pos RW 12, dan area parkir Stasiun Kereta Api Bandara. Dengan tujuan memastikan kenyamanan dan kebutuhan dasar para pengungsi, petugas dari Dinas Sosial juga diterjunkan untuk menyiapkan logistik yang diperlukan. Selain itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) menyediakan layanan untuk mencetak ulang dokumen warga yang terbakar. Dinas Kesehatan pun dilibatkan guna memastikan kebutuhan kesehatan para korban dapat terpenuhi. Dalam proses penanggulangan kebakaran, Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Selatan mengerahkan 120 personel untuk memadamkan api yang berkobar di Jalan Remaja 5. Dalam kebakaran tersebut, diketahui bahwa tujuh orang mengalami luka-luka, dan banyak keluarga yang terpaksa mengungsi demi mencari perlindungan di tempat yang lebih aman. Kejadian ini menggambarkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya kebakaran, khususnya yang dapat terjadi akibat kelalaian dalam penggunaan alat listrik. Pihak berwenang berharap kejadian serupa tidak terulang dan meningkatkan kesadaran akan tindakan pencegahan yang dapat diambil dalam kehidupan sehari-hari. ANTARA