**Borneonews, Makassar** - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas) mengambil inisiatif untuk memberikan pelatihan kepada para petani di Desa Tabbinjai, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Pelatihan ini berfokus pada pembuatan pestisida nabati menggunakan buah maja, dengan tujuan mendukung pertanian berkelanjutan melalui pemanfaatan bahan-bahan alami.
Ahmad Fauzan Adzima, Dosen Pengampu KKN (DPK) Fakultas Pertanian Unhas, menjelaskan bahwa buah maja (Aegle mermelos L) merupakan jenis tanaman dari suku jeruk-jerukan atau Rutaceae, yang banyak tumbuh liar di wilayah tersebut. Tanaman ini dapat dijumpai di dataran rendah hingga ketinggian 500 meter di atas permukaan laut. Menurutnya, buah maja mengandung berbagai senyawa berkhasiat seperti marmelosin, minyak atsiri, pektin, saponin, dan tanin. Kandungan saponin dan tanin dalam buah maja terbukti tidak disukai oleh hama tanaman dan memiliki berbagai sifat yang membantu melindungi serta meningkatkan produksi hasil pertanian.
Masyarakat setempat sering kali menganggap buah maja sebagai tumbuhan liar yang tidak memiliki manfaat. Namun, pelatihan ini bertujuan untuk menggugah kesadaran mereka akan potensi buah tersebut sebagai pengusir hama alami. "Buah maja memiliki kandungan nitrogen tinggi dan zat pengatur tumbuh yang baik untuk tanaman," jelas Ahmad. Ia menambahkan bahwa molekul saponin yang hadir dalam buah ini memberikan rasa pahit dan dapat berbusa jika dicampurkan dengan air. Senyawa ini juga memiliki sifat anti-eksudatif, inflamatori, dan haemolisis yang memengaruhi sel darah merah.
Selain saponin, buah maja mengandung senyawa tanin yang memiliki rasa pahit dan bereaksi dengan protein serta asam amino. Komponen ini berkontribusi terhadap pembentukan kompleks yang menguatkan interaksi zat kimia dalam buah, sehingga tahan terhadap serangan hama. Tanaman ini mengandung berbagai makromolekul, menjadikan buah maja tidak disukai oleh serangga pemangsa tanaman, seperti wereng coklat.
Dalam pelatihan yang dilakukan, masyarakat diajarkan langkah-langkah untuk mengelola buah maja menjadi pestisida nabati tanpa menggunakan bahan kimia. Munawwir Yusuf, yang menjadi penanggung jawab acara, menuturkan bahwa observasi dilakukan berdasarkan mata pencaharian masyarakat Desa Tabbinjai, yang mayoritas adalah petani. Menurutnya, penting untuk memberikan pengetahuan mengenai metode pengendalian hama yang ramah lingkungan.
Pestisida, secara umum, adalah bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan atau membunuh hama, penyakit, dan gulma yang dapat merusak tanaman, ungkapnya. Proses pembuatan pestisida nabati dari buah maja juga dijelaskan dengan rinci. Pertama-tama, buah dibelah dan dikumpulkan dalam satu wadah, kemudian dilakukan proses ekstraksi. Daging buah yang telah dipisahkan dilebur baik dengan alat maupun tangan, dan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol berukuran 1,5 liter yang diisi dengan air bersih, serta ditambahkan sabun cair. Setelah mendiamkan campuran tersebut selama 12 jam, ekstrak disaring menggunakan kain bersih untuk memisahkan ampas dari cairan yang siap digunakan sebagai pestisida.
Saya baru tahu bahwa buah maja bisa dimanfaatkan sebagai bahan pestisida, ujar Puang Kade, salah seorang warga setempat, yang merasa pelatihan tersebut sangat bermanfaat. Dengan inisiatif ini, diharapkan masyarakat dapat memahami dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitar mereka untuk pertanian yang lebih berkelanjutan.
ANTARA
Mahasiswa Unhas Ajari Petani Gowa Buat Pestisida Nabati
Bagikan:

MAKASSAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Komentar (0)
Memuat komentar…







