**Borneonews, Batulicin, Kalimantan Selatan** - Bupati Tanah Bumbu, Zairullah Azhar, menyampaikan pernyataan terkait data yang dirilis oleh Survei Kesehatan Indonesia (SKI) mengenai angka stunting di daerahnya. Dalam survei tersebut, SKI mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 27 ribu anak atau sekitar 25 persen dari total balita di Tanah Bumbu yang terindikasi mengalami stunting. Namun, Bupati Zairullah menegaskan bahwa jumlah sebenarnya hanya mencapai 865 anak, yang setara dengan 3,1 persen.
Menanggapi hasil survei ini, Zairullah meminta SKI untuk segera melakukan revisi terhadap data yang telah dipublikasikan. Ia menekankan, "Data yang disampaikan oleh SKI kurang tepat dan dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat luas." Pernyataan ini disampaikan di Batulicin pada hari Selasa.
Bupati Zairullah menjelaskan bahwa data yang dikumpulkan oleh SKI menggunakan metode sampling, sedangkan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan pengumpulan data secara riil dengan turun langsung ke lapangan. Metode ini melibatkan koordinasi dengan kepala desa, kader posyandu, PKK, serta tenaga KB dan lintas sektor lainnya. Ia menambahkan, "Kami juga menggunakan sistem Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (PPGBM) yang ditangani oleh tenaga khusus untuk memverifikasi kasus stunting secara berkelanjutan."
Lebih lanjut, Zairullah menegaskan bahwa angka stunting yang diumumkan oleh SKI pada tahun 2023 tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Ia mencatat bahwa sebelumnya Tanah Bumbu berada pada posisi kedua dalam hal angka stunting se-Kalimantan Selatan, dan kini telah beranjak ke posisi ketujuh. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah daerah untuk menekan angka stunting dengan melibatkan sejumlah pihak, termasuk kader posyandu dan dinas terkait.
Bupati juga menyampaikan keprihatinannya mengenai data yang tidak akurat ini, yang ia anggap berdampak pada prestise dan emosi masyarakat. "Mari kita duduk bersama, persoalan data ini bukan sekadar angka, namun berkaitan dengan hasil kerja keras yang telah dilakukan," ujarnya. Menurut Zairullah, banyak pihak yang bekerja dengan sungguh-sungguh dalam menangani isu stunting ini, termasuk Dinas DP3AP2KB, Dinas Kesehatan, Puskesmas, Kader Posyandu, PKK, serta Camat dan Kepala Desa.
Dengan komitmen yang kuat, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berharap dapat terus meningkat dalam penanganan stunting, dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan program ini demi masa depan yang lebih baik untuk anak-anak di daerahnya.
ANTARA
Bupati Tanah Bumbu Tegaskan Hanya 865 Anak Alami Stunting
Bagikan:

BANJARMASIN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dana Rp240 Miliar Disalurkan untuk Tangani Karhutla di Kalbar
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Penyelundupan 65 Cartridge Diduga Etomidate di Rutan Salemba Digagalkan
NU Kalteng Ingatkan Penyampaian Aspirasi Harus Santun dan Jaga Persatuan
LDII Kalteng Tekankan Gotong Royong untuk Penanganan Karhutla
Agustiar Sabran Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Persatuan Hadapi Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







