MATARAM –
**Borneonews, Mataram** - Komandan Resor Militer 162/Wira Bhakti, Brigadir Jenderal TNI Agus Bhakti, memberikan dukungan penuh terhadap upaya Kepolisian Republik Indonesia dalam menyelidiki motif yang mendasari kericuhan yang terjadi di kawasan tambang emas rakyat wilayah Sekotong, yang terletak di Kabupaten Lombok Barat. Dalam pernyataannya, Brigjen TNI Agus Bhakti menegaskan, "Bentuknya, pasti kami mendukung Polri dengan berkoordinasi dan bersinergi mencari akar permasalahan yang ada." Koordinasi yang dilakukan pihak TNI juga tercakup dalam forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) guna mencari penyelesaian dari permasalahan yang muncul akibat insiden tersebut. "Kami akan mencari solusi dari permasalahan itu dengan duduk bersama forkopimda," jelasnya. Hingga saat ini, Brigjen TNI Agus Bhakti mengungkapkan bahwa pihaknya belum menerima informasi konkret terkait insiden kericuhan yang terjadi pada Sabtu malam, yaitu pada tanggal 10/8, yang berakibat pada kebakaran salah satu kawasan kamp atau tempat tinggal sementara yang diduga milik penambang asal China. Agus Bhakti menambahkan, "Kami belum bisa menyimpulkan motif dari insiden kericuhan di tambang emas rakyat Sekotong ini." Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Nusa Tenggara Barat, Komisaris Besar Polisi Rio Indra Lesmana, sebelumnya telah menginformasikan bahwa langkah-langkah pengamanan telah diambil di lokasi kericuhan yang terletak di perbukitan Desa Persiapan Blongas. Penyelidikan terkait kasus pembakaran kamp juga telah diambil alih oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lombok Barat. Kombes Pol Syarif Hidayat, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB, pada kesempatan sebelumnya juga membenarkan perihal insiden tersebut. Polres Lombok Barat saat ini masih melakukan penyelidikan demi mengungkap motif di balik aksi yang diperkirakan dilakukan oleh sekelompok warga. "Dugaan sementara mengenai pembakaran ini berkaitan dengan aktivitas *illegal mining*. Data lengkapnya sudah diterima oleh Reskrim Lombok Barat. Jadi, pihak yang menangani proses penyelidikannya adalah Polres, sementara kami hanya memberikan dukungan," tutup Syarif. ANTARA