**Borneonews**, Jakarta - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Pusat telah mengambil langkah proaktif untuk meningkatkan kreativitas olahan pangan di masyarakat dengan menargetkan dua ratus warga. Upaya ini merupakan bagian dari pelatihan yang dirancang khusus untuk diversifikasi olahan pangan dari daging ternak. Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Pusat, Penty Yunesi Pudyastuti, menjelaskan bahwa setiap sesi pelatihan dibatasi untuk menjangkau maksimal lima puluh peserta, agar materi yang disampaikan lebih efektif dan dapat dipahami dengan baik oleh seluruh peserta.
Pelatihan berlangsung di RPTRA Gondangdia yang terletak di Jalan Teuku Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, dilaksanakan pada hari Selasa. Penty mengungkapkan bahwa peserta yang hadir merupakan hasil koordinasi dari Kepala Satuan Pelaksana Kecamatan, yang melibatkan kelompok warga setempat, pelaku usaha yang terdaftar dalam wadah Jakarta Entrepreneur (Jakpreneur), Karang Taruna, serta Kelompok Tani. "Dengan pendekatan ini, diharapkan pelatihan diversifikasi olahan pangan dapat diserap dengan baik oleh masyarakat, sehingga mereka dapat lebih kreatif dalam mengolah produk makanan," imbuhnya.
Dalam rangka mencapai target dua ratus peserta, kegiatan pelatihan akan diadakan sebanyak empat kali. Jadwal pelatihan dijadwalkan pada tanggal 13, 15, 22, dan 27 Agustus 2024, yang dimulai pukul WIB hingga selesai. Pelaksanaan pelatihan kedua akan berlangsung pada 15 Agustus di RPTRA Sahara, Jalan Rajawali Selatan VI, Gunung Sahari Utara, Sawah Besar, yang ditujukan bagi warga Sawah Besar dan Kemayoran. Sementara itu, pelatihan ketiga, pada 22 Agustus, akan dilakukan di RPTRA Guntur, Jalan Danau Bratan, Bendungan Hilir, Tanah Abang, yang menyasar warga Tanah Abang dan Gambir. Pelatihan terakhir dijadwalkan di RPTRA Pandawa, Jalan Irawan, Tanah Tinggi, Johar Baru, dengan peserta dari wilayah Johar Baru dan Cempaka Putih.
Wakil Walikota Jakarta Pusat, Chaidir, juga menekankan pentingnya pelatihan ini yang diperuntukkan bagi seluruh kecamatan di Jakarta Pusat. Ia menyatakan bahwa program ini tidak hanya bertujuan untuk membangkitkan kreativitas masyarakat, tetapi juga memberikan inspirasi kepada warga untuk memulai usaha mereka sendiri. "Diharapkan, setelah mendapatkan pengetahuan dari pelatihan ini, warga Jakarta Pusat dapat membuka usaha yang dapat berkontribusi pada peningkatan ekonomi daerah. Selain itu, pelatihan ini juga berupaya untuk menyediakan makanan yang sehat bagi anak-anak, guna mendukung pertumbuhan yang optimal dan mencegah masalah stunting," jelas Chaidir.
Tujuan dari pelatihan ini meliputi peningkatan wawasan dan kreativitas dalam penyajian olahan pangan berbahan dasar hasil ternak. Program ini bertujuan untuk meningkatkan konsumsi olahan hasil ternak melalui variasi atau keanekaragaman sajian, sekaligus menumbuhkan anggota baru dalam JakPreneur, membuka peluang usaha, serta meningkatkan nilai jual produk-produk yang dibina. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk mendukung upaya penurunan angka stunting di wilayah Jakarta Pusat.
Materi pelatihan mencakup pembahasan mengenai kemasan produk, teknik penyajian diversifikasi olahan pangan ternak, serta seni fotografi yang menarik agar produk yang dihasilkan memiliki daya tarik dan nilai jual yang tinggi. Pemerintah Kota Jakarta Pusat juga menjalin kerja sama dengan sejumlah instruktur profesional untuk menyukseskan pelatihan ini.
ANTARA
Pelatihan Kreativitas Olahan Pangan Daging Ternak di Jakarta
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pelatih Interim Arema: Kemenangan atas Dewa karena Maksimalnya Taktik
2 Gol Injury Time Bawa Inter Milan Comeback 2-1 atas Fiorentina
Timnas Indonesia U15 Telan Kekalahan 0-3 dari Wales
Adam Alis Cetak Gol Penentu Kemenangan Persib atas Garudayaksa 2-1
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Komentar (0)
Memuat komentar…






