**Borneonews, Athena** - Lima negara Barat pada Senin (12/8) menyerukan deeskalasi di Timur Tengah sambil menyuarakan dukungan mereka kepada Israel terhadap kemungkinan serangan balasan dari Iran. Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia dalam pernyataan bersama menyatakan dukungan penuh atas segala upaya yang dilakukan untuk meredakan ketegangan serta mencapai kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran sandera di Gaza.
"Pernyataan ini mencerminkan dukungan kami terhadap seruan Presiden *Biden*, Presiden Mesir *Sisi*, dan Presiden Qatar *Amir Tamim* untuk memulai kembali pembicaraan pada akhir pekan ini guna mencapai kesepakatan secepat mungkin... kami tidak ingin ada lagi waktu yang terbuang," ungkap kelima negara tersebut.
Dalam pernyataan ini, mereka juga meminta semua pihak terkait untuk memenuhi tanggung jawab masing-masing. Poin penting yang ditekankan adalah perlunya pengiriman dan distribusi bantuan kemanusiaan ke Gaza tanpa adanya batasan. "Kami mendukung hak Israel untuk mempertahankan diri dari agresi Iran dan serangan yang dilancarkan oleh kelompok-kelompok teroris yang didukung oleh Iran," tambah mereka.
Lebih lanjut, kelima negara ini meminta agar Iran tidak melanjutkan ancaman untuk melakukan serangan militer terhadap Israel, mengingat langkah tersebut dipandang dapat membahayakan stabilitas regional. Dalam konteks yang lebih luas, Hamas dan Iran telah menuduh Israel bertanggung jawab atas pembunuhan pemimpin politik Hamas *Ismail Haniyeh* di *Teheran* bulan lalu, dengan bersumpah untuk melakukan balasan. Namun, Israel sendiri memilih untuk tidak membenarkan ataupun menyangkal tuduhan tersebut.
Selain itu, *Hizbullah* Lebanon juga diperkirakan akan melancarkan serangan balasan terkait kematian *Fuad Shukr*, komandan senior kelompok tersebut, yang tewas dalam serangan udara di pinggiran selatan *Beirut* pada 30 Juli. Shukr tewas sehari sebelum Haniyeh. Rangkaian pembunuhan ini memicu kekhawatiran akan terjadinya perang yang lebih luas di kawasan, terutama saat Israel terus melakukan serangan ke Jalur Gaza.
Hingga saat ini, jumlah warga Palestina yang meninggal dunia akibat konflik di Gaza selama sepuluh bulan terakhir mencapai hampir *seribu* orang. Situasi ini mencerminkan kompleksitas krisis yang sedang berlangsung dan memerlukan perhatian serta resolusi internasional yang mendesak.
ANTARA
Deeskalasi Timur Tengah: Dukungan Lima Negara Barat untuk Israel
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Veda Ega Alihkan Fokus ke GP Malaysia Usai GP Australia Batal
Shin Tae-yong Tekankan Pembinaan Usia Dini untuk Majukan Sepak Bola
Madura United Bidik 3 Poin saat Hadapi Persebaya
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Veda Pratama Hormati Keputusan Pembatalan Moto3 Australia
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Komentar (0)
Memuat komentar…







