PALANGKARAYA –
**Borneonews**, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) melakukan kegiatan anjangsana menyapa warga binaan yang berada di Lapas Perempuan Kelas II A Palangka Raya. Kegiatan ini diadakan sebagai bentuk silaturahmi yang tidak hanya sekadar berkumpul, tetapi juga untuk memupuk rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap saudara-saudara yang memerlukan, terutama para penghuni lapas, anak binaan, dan anak-anak yang tinggal di panti sosial. Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng, Nuryakin, menyatakan bahwa kegiatan anjangsana ini juga merupakan bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia (RI). Selain mengunjungi Lapas Perempuan Kelas II A, Pemprov Kalteng juga melaksanakan kunjungan ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), Panti Sosial Bina Remaja, dan Panti Sosial Karya Wanita yang berada di Palangka Raya. Lebih lanjut, Nuryakin mengajak semua pihak untuk meningkatkan semangat kebersamaan, rasa peduli, dan saling membantu satu sama lain demi membangun kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. "Momentum peringatan Hari Kemerdekaan ini memberikan kita kesempatan untuk mengucapkan terima kasih yang tulus serta mendoakan para pejuang daerah kita," ujarnya. Di kesempatan lain, Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Samsul, ditugaskan untuk memimpin kegiatan anjangsana di LPKA Jalan Tjlik Riwut Palangka Raya. Dalam kesempatan tersebut, Suyuti mengungkapkan bahwa anak-anak yang berada di panti asuhan maupun warga binaan lapas merupakan bagian integral dari masyarakat yang memerlukan perhatian dan dukungan. "Mereka membutuhkan perhatian dari pemerintah serta seluruh lapisan masyarakat. Dukungan ini tidak hanya mencakup bantuan material, tetapi juga harus mencakup rasa aman, kasih sayang, dan pengakuan terhadap eksistensi mereka," jelasnya. Selama anjangsana di berbagai lokasi, jajaran Pemprov Kalteng memberikan bantuan berupa beras, minyak goreng, gula, mi instan, makanan ringan, baju koko, dan berbagai kebutuhan lainnya untuk mendukung kebutuhan sehari-hari warga binaan dan anak-anak yang tinggal di panti sosial. Kegiatan positif ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat, serta meningkatkan solidaritas sosial di tengah peringatan Hari Kemerdekaan. ANTARA