**Borneonews**, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mengungkapkan bahwa pasar modal Indonesia tetap menunjukkan stabilitas yang kuat meskipun kondisi perekonomian global saat ini menghadapi berbagai ketidakpastian yang dipicu oleh ketegangan geopolitik dan normalisasi harga komoditas. Dalam pernyataannya, Mahendra menekankan bahwa selama 47 tahun keberadaannya, Pasar Modal Indonesia telah menunjukkan kemampuan adaptasi dan pertumbuhan yang berkelanjutan, sehingga tetap berfungsi sebagai pilar penting bagi pembangunan ekonomi nasional.
Sebagai indikasi dari kinerja yang menggembirakan, per 9 Agustus 2024, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada pada level 7.583, dengan kapitalisasi pasar saham mencapai Rp10.786 triliun, yang mencerminkan pertumbuhan sebesar 5,38 persen year to date (ytd). OJK terus berkomitmen untuk memperkuat integritas serta memperluas inklusi keuangan di pasar modal, guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia. OJK bertekad untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan para investor melalui transparansi, integritas, dan usaha yang lebih besar untuk mendemokratisasi akses ke pasar modal agar lebih banyak masyarakat dapat terlibat sebagai investor. Dengan demikian, mereka dapat merasakan manfaat yang lebih signifikan dari pasar modal yang ada.
"Serta tetap mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang berkelanjutan menuju *Indonesia Emas*," imbuhnya.
Selain itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menyampaikan bahwa pasar modal pernah mencapai titik tertingginya pada 14 Maret 2024, dengan IHSG mencapai level 7.745. Indeks juga mencatat nilai kapitalisasi pasar tertinggi yang mencapai Rp10.946 triliun pada 28 Mei 2024. Pertumbuhan positif juga tercermin dalam Indeks Obligasi Indonesia Composite Bond Index (ICBI), yang mencatat kenaikan sebesar 3,29 persen ytd dengan level mencapai 386,94 pada 8 Agustus 2024.
Penghimpunan dana di pasar modal Indonesia menunjukkan tren yang terus meningkat. Hingga 9 Agustus 2024, OJK telah memberikan Pernyataan Efektif pada 132 Pernyataan Pendaftaran terkait Penawaran Umum, dengan total nilai mencapai Rp59,45 triliun. Dari jumlah tersebut, terdapat 28 emiten baru, terdiri dari 27 emiten saham dan satu emiten efek bersifat utang/sukuk. Selain itu, penghimpunan dana oleh Usaha Kecil dan Menengah (UKM) melalui Securities Crowdfunding (SCF) juga mengalami pertumbuhan yang signifikan, dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp1,15 triliun dari 579 UKM pada 30 Juli 2024.
Jumlah investor di pasar modal Indonesia juga menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan total investor tercatat sebanyak 13,43 juta, mengalami kenaikan sebesar 10,4 persen (ytd). Menariknya, mayoritas dari investor tersebut berusia di bawah 30 tahun, yang mencakup 55,38 persen dari total investor, menunjukkan bahwa kalangan muda semakin menyadari pentingnya berinvestasi di pasar modal sejak dini.
ANTARA
Pasar Modal Indonesia Tunjukkan Stabilitas Meskipun Ada Ketidakpastian
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polisi Selidiki Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya
Presiden Iran Akan Bahas Ekonomi, Isu Global dengan Putin
Basarnas Evakuasi Jenazah Perempuan Diduga WNA di Pantai Nyang Nyang
Veda Ega Jadi Pembalap Indonesia Pertama yang Raih Pole Position
Varrel/Wardana Terhenti di Semifinal Indonesia Masters
SKK Migas Umumkan Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura
Komentar (0)
Memuat komentar…







