JAKARTA –
**Borneonews, Jakarta** - Pejabat tinggi dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia serta China telah mengadakan Pertemuan Pejabat Senior (SOM) ke-1 pada hari Selasa, yang merupakan bagian dari Dialog Gabungan tingkat Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan antara kedua negara. Menurut Direktur Jenderal Asia, Pasifik, dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Abdul Kadir Jailani, pertemuan dalam kerangka kerja “2+2” ini dianggap sebagai salah satu tonggak bersejarah dalam hubungan diplomatik Indonesia dan China, terutama dengan mendekati peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara. Dalam kesempatan tersebut, Kadir menyatakan bahwa banyak aspek yang dibahas, termasuk strategi untuk memperkuat hubungan bilateral tidak hanya dalam ranah politik, tetapi juga dalam bidang keamanan dan ekonomi. Ia menggarisbawahi pentingnya pertemuan ini sebagai langkah awal untuk menjembatani diskusi yang lebih mendalam di masa depan. Pertemuan ini diadakan di kompleks Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, di mana delegasi Indonesia juga dipimpin oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Brigjen TNI Oktaheroe Ramsi. Sementara itu, delegasi China dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri China, Sun Weidong, serta Wakil Direktur Kantor Kerja Sama Militer Internasional Komisi Militer Pusat, Zhang Baoqun. Setelah pertemuan yang berlangsung dalam suasana tertutup tersebut, delegasi China berkesempatan melakukan kunjungan kehormatan kepada Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi. Kadir menambahkan bahwa pertemuan itu diselenggarakan sebagai persiapan menjelang pertemuan tingkat menteri yang akan berlangsung pada tahun depan. Dalam pertemuan kali ini, kedua pihak telah sepakat sembilan isu penting yang akan dibahas lebih lanjut pada pertemuan mendatang. Namun, dia menegaskan bahwa belum ada perjanjian atau kesepakatan khusus yang ditetapkan pada kesempatan ini, mengingat pembahasan lebih lanjut masih diperlukan sebelum pertemuan tingkat menteri. “Harapan kami adalah pertemuan dengan mekanisme 2+2 ini dapat membawa hubungan bilateral antara Indonesia dan China ke tingkat yang lebih tinggi,” ungkap Kadir. Dalam sambutan pembukaannya, Wamenlu China, Sun Weidong, menjelaskan bahwa pertemuan ini mencerminkan kemajuan hubungan strategis antara kedua negara dan menunjukkan komitmen untuk berkembang bersama. Ia menambahkan bahwa kerja sama dengan Indonesia melalui mekanisme 2+2 dijadikan platform utama untuk terus memajukan kerja sama di sektor politik dan keamanan, serta membangun kepercayaan dan persahabatan antara kedua negara. Mekanisme Dialog *2+2* antara Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Indonesia-China merupakan salah satu hasil dari pertemuan antara Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dan Presiden China, Xi Jinping, dalam *The 3rd Belt and Road Forum for International Cooperation* yang berlangsung di Beijing pada tanggal 18 Oktober 2023. ANTARA