**Borneonews**, Jakarta, Kalimantan Timur - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menegaskan komitmen pemerintah dalam mengawasi dan menjamin kelancaran pelaksanaan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pengolahan minyak di Indonesia, serta merupakan bagian dari proyek Strategis Nasional.
Dalam keterangan yang diberikan, serta melalui kunjungan langsung ke lokasi proyek di Balikpapan, Arifin menyatakan bahwa proyek RDMP Balikpapan menunjukkan kemajuan yang signifikan. Dalam kunjungan tersebut, ia menyaksikan keberhasilan penyelesaian beberapa unit produksi, termasuk unit Crude Distillation Unit (CDU) IV. "Unit ini kini beroperasi normal dan menjadikan Kilang Balikpapan sebagai kilang dengan kapasitas produksi terbesar yang dimiliki Pertamina," ungkap Arifin.
Arifin mengarahkan tim yang terlibat dalam proyek ini untuk terus melakukan evaluasi dan mendukung kerja sama yang baik antaranggota tim demi kelancaran proyek. Dia juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang baik di antara seluruh pihak yang terlibat, serta pentingnya antisipasi terhadap risiko yang mungkin timbul. "Jika terdapat keterlambatan, kami perlu memikirkan langkah-langkah selanjutnya yang harus diambil, dan semua pihak harus memberikan masukan yang konstruktif," lanjutnya.
Proyek RDMP Balikpapan memiliki nilai investasi yang mencapai *7,4 miliar dolar AS*, di mana *4,3 miliar dolar AS* berasal dari ekuitas, sedangkan *3,1 miliar dolar AS* diperoleh melalui pinjaman yang didukung oleh Export Credit Agency (ECA). "Investasi ini mencerminkan besarnya skala proyek dan peran pentingnya dalam mendukung ketahanan energi nasional," tambahnya.
Salah satu tujuan utama dari proyek RDMP ini adalah untuk meningkatkan kapasitas pengolahan kilang dari *260 ribu barel per hari* menjadi *360 ribu barel per hari*. Peningkatan kapasitas ini tidak hanya akan memperbesar produksi Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional, tetapi juga meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Dengan penerapan teknologi baru, Kilang Balikpapan kini dapat memproduksi bahan bakar dengan standar *Euro 5*.
Dalam arahannya, Arifin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan terhadap kesulitan yang mungkin muncul di masa depan. "Kami akan melakukan evaluasi dan mengidentifikasi hal-hal krusial yang perlu kami hadapi ke depan. Kami juga harus mengevaluasi kapasitas kami untuk mengatasi berbagai tantangan yang ada, agar target dapat dicapai dengan baik," katanya. Ia juga mengingatkan perlunya perhitungan yang matang terkait pengeluaran biaya yang diperlukan, agar proyek ini bisa diselesaikan tepat waktu tanpa mengorbankan kualitas.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Taufik Aditiyawarman, menjelaskan bahwa selain peningkatan kapasitas dan kualitas, proyek RDMP Balikpapan juga berdampak pada peningkatan kompleksitas kilang. Dia mengungkapkan bahwa teknologi yang diterapkan saat ini mampu memproduksi BBM dengan kualitas setara *Euro 5*, dibandingkan sebelumnya yang hanya setara *Euro 2*. "Setelah proyek RDMP sepenuhnya selesai pada tahun 2025, Nelson Complexity Index (NCI) Kilang Balikpapan akan meningkat menjadi 8, yang menunjukkan kemampuan kilang untuk memproduksi berbagai varian produk," jelas Taufik.
Pengembangan proyek ini juga meliputi pembangunan infrastruktur pendukung yang sangat penting, termasuk penyelesaian proyek pipa gas sepanjang *78 km* dari Senipah ke Balikpapan, dengan kapasitas maksimum *125 juta standar kaki kubik per hari*. Pipa ini bertujuan untuk memanfaatkan sumber daya gas dalam negeri yang diproduksi oleh Pertamina Hulu Mahakam, yang memungkinkan Kilang Balikpapan beroperasi dengan efisien tanpa membakar LPG, sehingga LPG dapat diekspor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Proyek RDMP Balikpapan juga mencatat pencapaian penting lain, seperti penyelesaian proyek Balikpapan Revamp yang merupakan tahap pertama dari RDMP. Beberapa unit yang telah dimodifikasi mencakup penambahan Unit Pre-Flash Column, serta modifikasi pada unit Crude Distillation Unit (CDU) IV dan Unit Hydrocracker HCU-A dan HCU-B. Selain itu, bagian utilitas proyek seperti Plant Air, Instrument Air System, Gas Turbine Generator System, dan Utility Cooling Water System juga sudah mulai dioperasikan.
Proyek RDMP Balikpapan memiliki dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. Pada puncak pelaksanaan proyek, sekitar pekerja terlibat dalam berbagai aspek konstruksi dan pengembangan. Proyek ini juga menunjukkan komitmen yang kuat terhadap penggunaan bahan dan teknologi dalam negeri, dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang telah mencapai *35 persen*. Hal ini mencerminkan sinergi yang kuat antara berbagai subholding Pertamina yang berkontribusi pada kesuksesan proyek ini.
"Dengan berbagai pencapaian tersebut, kami berharap RDMP Balikpapan dapat beroperasi penuh pada tahun 2025," pungkas Taufik.
ANTARA
Menteri ESDM Jamin Proyek RDMP Balikpapan Berjalan Lancar
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Ekonomi Palangka Raya Terganggu Akibat Karhutla Berkepanjangan
Balai Bahasa Kalteng Gelar Webinar Etnisitas dan Ekologi Bahasa, Hadirkan Pakar Malaysia
Petani Rakumpit Gagal Panen Akibat Diserang Karhutla
Kadistanketpang Palangka Raya Tinjau Penyiapan Lahan Penangkaran Rusa di Kanarakan
Pemprov Kalteng Siapkan Bantuan Pangan untuk Hampir 5.000 Penerima Terdampak Karhutla
Pemerintah Aktifkan Rumah Oksigen untuk Warga Terdampak Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







