JAKARTA –
**Borneonews, Jakarta** - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) yang bergerak di bidang penyediaan air minum DKI Jakarta, PAM JAYA, telah berhasil melayani hampir 950 ribu pelanggan hingga Juni 2024. Angka ini mencerminkan sekitar 46,69 persen dari target yang ditetapkan untuk tahun 2030. "Target kami di 2030 adalah untuk mencapai 100 persen layanan. Dengan demikian, jumlah pelanggan yang kami layani akan meningkat dari saat ini," ungkap Direktur Pelayanan PAM Jaya, Syahrul, dalam seminar daring Bicara Kota series ke-7 bertema *“Jakarta Krisis Air Bersih? Masa Sih?”* yang disiarkan langsung di kanal YouTube Jakarta Satu DKI. Syahrul juga menyoroti tantangan yang dihadapi, di mana sekitar 32,35 persen daerah di Jakarta masih belum terlayani oleh sistem air minum perpipaan. Ia menjelaskan bahwa seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk, kebutuhan akan air minum diperkirakan akan meningkat setiap tahunnya sebanyak kurang lebih *liters per second*. Saat ini, PAM JAYA mengelola *liters per second*, sedangkan kebutuhan total untuk seluruh warga Jakarta diperkirakan mencapai *liters per second*. Cakupan layanan air bersih yang dihasilkan oleh PAM JAYA saat ini mencapai sekitar 68,49 persen, dan ditargetkan dapat meningkat menjadi antara 70 hingga 71 persen pada akhir tahun 2024. Dengan demikian, PAM JAYA bercita-cita untuk mencapai cakupan layanan yang penuh, yaitu 100 persen pada tahun 2030. Untuk mewujudkan target ambisius ini, PAM JAYA mengimplementasikan sejumlah strategi dan langkah proaktif. Syahrul menyatakan bahwa mereka tengah melakukan percepatan peningkatan cakupan pelayanan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Jakarta serta berusaha menurunkan tingkat kehilangan air, yang dikenal dengan istilah Non Revenue Water (NRW), yang saat ini berada di angka sekitar 47,09 persen. "Kami berencana untuk menambah panjang jaringan pipa baru yang akan memperluas cakupan layanan kami di Jakarta," tambahnya. Lebih jauh, PAM JAYA juga akan membangun reservoir komunal dan menargetkan penyelesaian dari 13 proyek reservoir tersebut pada akhir tahun 2024. Syahrul menjelaskan bahwa strategi yang diambil bukan hanya berfokus pada peningkatan pasokan air baku baru yang ditargetkan mencapai *liters per second*, tetapi juga meliputi perpanjangan jaringan perpipaan dan meningkatkan ketahanan air. "Reservoir komunal ini berfungsi sebagai semacam gudang untuk menampung air," pungkasnya. ANTARA