**Borneonews**, Bandarlampung - Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Lampung telah menetapkan target penyerapan panen jagung dari para petani di wilayahnya hingga mencapai ton. Pimpinan Perum Bulog Kanwil Lampung, Nurman Susilo, menjelaskan bahwa berdasarkan total kapasitas gudang yang tersedia, penyerapan jagung hasil panen petani diharapkan dapat memenuhi target tersebut. Ia mengungkapkan, Sungguhpun demikian, melihat potensi jagung yang ada di wilayah kami, kemungkinan penyerapan bisa lebih dari target tersebut. Oleh karena itu, kami akan mencari tambahan gudang untuk meningkatkan kapasitas penyerapan.
Dalam usaha untuk memaksimalkan penyerapan panen jagung, Bulog telah melakukan penambahan jumlah gudang yang digunakan untuk menampung jagung, dari awal hanya satu unit menjadi delapan unit gudang. Menurut Nurman, Dua gudang utama baru telah dibuka di Kota Bandarlampung dan Metro, yang saat ini sudah penuh. Kami juga telah menambah gudang filial melalui kemitraan dengan mitra di Kabupaten Pringsewu, yang terdiri dari dua unit dengan kapasitas masing-masing 300 ton dan 600 ton. Selain itu, di Kabupaten Lampung Selatan, terdapat dua unit dengan kapasitas masing-masing 100 ton.
Lebih lanjut Nurman menjelaskan, Di Kabupaten Lampung Utara, kami juga baru saja membuka satu unit gudang baru dengan kapasitas 300 ton, dan di Kabupaten Lampung Tengah ada satu unit gudang dengan kapasitas 100 ton. Dengan penambahan tujuh gudang yang ada, pihaknya optimis dapat menambah jumlah pasokan jagung dari petani untuk Bulog, guna memenuhi target serapan dan membantu para petani dalam proses penyerapan hasil panen mereka.
Seiring dengan penambahan gudang, jumlah mitra pengadaan jagung juga meningkat. Awalnya kami memiliki 10 mitra, kini bertambah menjadi 27 mitra kerja, termasuk di dalamnya adalah gabungan kelompok tani (gapoktan). Baru-baru ini, empat gapoktan dari Kabupaten Lampung Timur juga telah mendaftarkan diri. Dengan ini, kami mengundang petani yang belum bergabung dengan Bulog untuk segera mendatangkan hasil panen mereka kepada kami, imbuhnya.
Untuk memperkuat mekanisme penyerapan, Nurman menambahkan bahwa jagung petani Lampung akan dibeli dengan harga sesuai yang ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas), yakni Rp5 ribu per kilogram untuk jagung kering. Kita memiliki dua skema bisnis untuk jagung; yang pertama adalah kewajiban pelayanan publik, dan yang kedua adalah skema komersial. Namun, dalam pembelian untuk kedua skema ini tetap akan mengikuti harga standar Bapanas, yaitu Rp5 ribu per kilogram, tuturnya.
Tahun 2023, jumlah produksi jagung di Provinsi Lampung diperkirakan mencapai 2,7 juta ton dengan luas lahan tanam jagung yang luasnya mencapai hektare. Sementara itu, untuk tahun 2024, Pemerintah Provinsi Lampung memprediksi adanya peningkatan produksi jagung sebesar 10,8 persen, yang akan mencapai 3,02 juta ton dengan luas lahan tanam jagung yang setara hektare. Kebutuhan jagung di Lampung jumlahnya sekitar 120 ribu ton, yang sebagian besar digunakan sebagai pakan ternak.
Beberapa daerah di Lampung dikenal sebagai sentra produksi jagung, di antaranya adalah Kabupaten Lampung Timur, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Utara, dan Waykanan. Produksi jagung dari masing-masing daerah tersebut pada tahun 2022 meliputi Kabupaten Lampung Selatan dengan jumlah ton, Lampung Timur ton, Lampung Tengah ton, Lampung Utara ton, dan Waykanan ton. Directeur diharapkan bahwa kolaborasi yang terjalin antara Bulog dan para petani ini dapat meningkatkan hasil produksi serta memenuhi kebutuhan jagung di wilayah Lampung.
ANTARA
Target Penyerapan Panen Jagung Petani Bulog Lampung 2024
Bagikan:

BANDAR LAMPUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Timnas Indonesia U15 Menang Telak atas Fiji, Hariri dan Dicky Dua Gol
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Indonesia Lampaui Target Emas Asian Para Games 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…







