SAMARINDA –
**Borneonews**, Kutai Kartanegara - Bupati Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Edi Damansyah, mengungkapkan bahwa program bedah rumah yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah merupakan upaya konkret dalam pengentasan kemiskinan. Ia menyatakan bahwa salah satu indikator utama kemiskinan adalah keberadaan rumah yang tidak layak huni. Dalam hal ini, Edi menjelaskan, warga yang memiliki rumah dalam kondisi tidak layak huni akan mendapatkan jatah untuk program bedah rumah dari pemerintah daerah. "Dalam praktiknya, program ini tidak hanya sekadar bedah rumah, tetapi juga mencakup pembangunan rumah dari awal terhadap kondisi rumah yang parah," ungkapnya saat memberikan keterangan di Tenggarong. Bupati Edi melanjutkan bahwa inisiatif ini dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi angka kemiskinan yang saat ini tercatat masih tinggi di wilayah tersebut, yaitu sebesar 7,61 persen. Data tersebut merujuk kepada laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur tahun 2024. Dalam melaksanakan program ini, Pemkab Kutai Kartanegara bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dengan Kodim 0906/Kutai Kartanegara dan Kodim 0908/Kota Bontang melalui program Tentara Manunggal Masuk Desa (*TMMD*). Selain itu, terdapat juga kolaborasi antara pemerintah daerah dan perusahaan, misalnya SKK Migas bersama PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga, yang telah melaksanakan bedah rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni di Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Muara Jawa. Bupati Edi baru-baru ini meresmikan rumah layak huni yang diperuntukkan bagi Asri, seorang warga di Kelurahan Teluk Dalam, dan ia menyampaikan apresiasi kepada perusahaan yang membantu dalam usaha menurunkan angka kemiskinan melalui program bedah rumah. Edi juga menyoroti adanya Program Rumah Besar Pengentasan Kemiskinan yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik rumah, tetapi juga melibatkan pemberdayaan ekonomi serta berbagai kegiatan lain yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Saya ingin mengingatkan kepada semua lurah dan kepala desa untuk terus memperbarui data warga yang masih tinggal di rumah tidak layak huni, termasuk jumlah warga miskin di wilayah mereka. Data tersebut sangat penting agar dapat ditangani melalui berbagai program di dinas terkait, salah satunya adalah dari Dinas Pertanian melalui inisiatif pertanian pangan, perkebunan, maupun peternakan," tambah Edi. Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan masyarakat Kutai Kartanegara dapat merasakan peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan yang lebih baik. ANTARA