BOGOR –
**Borneonews**, Depok - Anggota Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor (P3CR) Universitas Indonesia (UI) yang berasal dari unsur Alumni dan Masyarakat, Arief Budhy Hardono, mengungkapkan bahwa Rektor UI terpilih seharusnya bukan hanya seorang individu yang hebat, melainkan sosok yang perlu didukung oleh tim yang solid dalam upaya mewujudkan kemajuan bersama. Arief menegaskan pentingnya konektivitas dan kolaborasi yang erat antara pimpinan dan sivitas akademika UI untuk mencapai harapan yang diinginkan ke depan. Untuk mewujudkan hal ini, Tim P3CR UI telah melaksanakan sosialisasi Pemilihan Rektor (Pilrek) UI untuk periode 2024–2029 di Kampus Salemba. Dalam kesempatan tersebut, Ketua P3CR UI, Prof Sigit Pranowo Hadiwardoyo, menyampaikan bahwa sosialisasi dilakukan dengan tujuan mengajak seluruh sivitas akademika yang berada di Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG), serta Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL), untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam proses Pilrek UI. “Immersing in this process is crucial,” tegasnya, “Kami mengajak seluruh sivitas akademika UI untuk terlibat dan mengawal proses Pilrek UI. Tugas kami adalah mencatat semua harapan dari masing-masing fakultas agar UI dapat berkembang menjadi kampus yang lebih baik di masa depan.” Di sisi lain, Dekan Fakultas Kedokteran UI, Prof Ari Fahrial Syam, menyoroti bahwa peningkatan peringkat UI di tingkat internasional merupakan indikator bahwa UI siap menghadapi beragam tantangan yang semakin kompleks. Berdasarkan penilaiannya, Rektor terpilih diharapkan memiliki pengalaman dalam menjalin jejaring secara global, sehingga dapat mewujudkan cita-cita UI sebagai world class university. Ia juga menekankan kebutuhan untuk membuka jejaring dengan mitra strategis lainnya. Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum FKGUI, Kartini Sally, mengemukakan potensi besar yang dimiliki oleh UI yang saat ini belum dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, UI memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dalam berbagai bidang, sehingga sangat memungkinkan untuk berkolaborasi dengan industri dalam menghasilkan produk inovasi yang bermanfaat untuk masyarakat luas. Harapan ini tentunya menuntut Rektor terpilih untuk memiliki prestasi akademik serta kemampuan manajerial yang mumpuni. Namun demikian, Prof Menaldi Rasmin, yang pernah menjabat sebagai Dekan FKUI periode 2004–2008, menambahkan bahwa dua aspek tersebut saja mungkin tidak cukup. Ia menegaskan bahwa Rektor UI terpilih juga harus memiliki reputasi yang baik. “Kepopuleran calon dapat menjadi nilai tambah yang akan mempermudah menjalin kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan di masa depan. Oleh karena itu, penting bagi Rektor UI terpilih untuk memiliki rekam jejak yang jelas dan dikenal oleh publik,” ungkapnya. ANTARA